jatimnow.com

Lion Air Tujuan Batam Putar Balik ke Bandara Minangkabau, Ini Penyebabnya

Editor : Redaksi
Logo Lion Air (Foto: Wikipedia) 🔍
Logo Lion Air (Foto: Wikipedia)

Padang - Lion Air membeberkan kronologi kembalinya pesawat bernomor JT-145 ke bandar udara asal (return to base/ RTB). Lion Air juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Lion Air menyampaikan bahwa operasional dan penerbangan nomor JT-145 rute Bandar Udara Internasional Minangkabau Padang di Padang Pariaman, Sumatera Barat (PDG) tujuan Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau (BTH) telah dipersiapkan dengan baik sebagaimana standar operasional prosedur (SOP).

Lion Air mengoperasikan Boeing 737-900ER registrasi PK-LQR, membawa 7 awak pesawat dan 196 penumpang pada hari ini, Senin (13/12/2021).

Sebelum keberangkatan, awak pesawat dan teknisi sudah melakukan pemeriksaan pada armada tersebut (pre flight check) dan dinyatakan layak serta aman dioperasikan (airworthy for flight).

Loading...

Proses keberangkatan dijalankan menurut SOP. Pesawat lepas landas pada 13.53 WIB dan dijadwalkan tiba pukul 14.55 WIB. Setelah 15 menit mengudara, pilot memutuskan untuk kembali ke bandar udara asal ke Bandar Udara Internasional Minangkabau, dikarenakan ada salah satu indikator pada kokpit yang menunjukkan pengatur tekanan udara dalam kabin pesawat ada indikasi gangguan, sehingga segera dilakukan pengecekan.

"Keputusan pilot sudah tepat untuk memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan, masker oksigen diturunkan untuk dipergunakan oleh penumpang," jelas Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam siaran pers yang diterima jatimnow.com.

Kata dia, prosedur penggunaan masker dipandu oleh awak kabin secara tepat dan benar. Semua penumpang melepas masker pelindung wajah, kemudian menggunakan masker oksigen. Seluruh alat berfungsi dengan baik.

Akhirnya pesawat mendarat pada 14.40 WIB. Setelah parkir sempurna pada tempatnya (parking stand), penumpang diarahkan turun menuju ruang tunggu guna mendapatkan informasi lebih lanjut. Kondisi dimaksud, awak pesawat dan penumpang dalam keadaan selamat.

Menurut Danang, Lion Air saat ini tengah melakukan proses pemeriksaan untuk mengetahui penyebab, agar memperoleh rekomendasi operasional.

"Lion Air menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul. Lion Air juga memberikan kompensasi (delay management) sebagaimana ketentuan yang berlaku," tegas dia.

Untuk penerbangan tujuan Batam telah dipersiapkan dengan pesawat pengganti, menggunakan pesawat Lion Air lainnya yaitu Boeing 737-900ER registrasi PK-LHK. Pesawat dilakukan pengecekan awal (pre flight check) dan dinyatakan layak serta aman dioperasikan (airworthy for flight).

Pesawat ini kemudian lepas landas pukul 18.43 dan mendarat di Bandar Udara Internasional Hang Nadim pada pukul 19.36 WIB.

"Lion Air memiminalisir dampak yang terjadi, agar penerbangan dan operasional Lion Air yang lain tidak terganggu," tandasnya.