jatimnow.com

Pemkot Surabaya Diminta Bantu Polri-TNI Petakan Titik Rawan Tawuran saat Nataru

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Ni'am Kurniawan
Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Budi Leksono (Foto: Dok. jatimnow.com) 🔍
Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Budi Leksono (Foto: Dok. jatimnow.com)

Surabaya - Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Budi Leksono meminta pemerintah kota (pemkot) membantu Polri dan TNI untuk memetakan titik rawan tawuran hingga kejahatan selama Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 atau Nataru.

Menurut Bulek-sapaan Budi Leksono, belakangan ini marak terjadi tawuran antar geng di Surabaya. Gesekan melibatkan remaja dan pemuda itu berpotensi berkepanjangan hingga Nataru bila tidak dipetakan dan diredam.

Untuk itu dia meminta Pemkot Surabaya melalui dinas perhubungan (dishub) ikut memantau CCTV sekaligus memetakan lokasi-lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya para gengster.

"Dishub kan punya CCTV. Nah itu dimanfaatkan secara betul, di mana titik-titik yang menjadi ajang berkumpulnya anak muda yang berpotensi gesekan. Jika ada yang belum terekam, tambah CCTV di kawasan itu," ujar Bulek, Selasa (21/12/2021).

Loading...

Bulek juga meminta agar Satpol PP dan Linmas siaga di lokasi-lokasi bekas tawuran membantu Polri dan TNI. Seperti di wilayah Manukan dan Sukomanunggal yang sering menjadi lokasi tawuran.

"Juga ada Command Center 112 yang setiap saat menerima laporan warga. Sehingga dari laporan tawuran maupun kejahatan yang masuk, Satpol PP dan Linmas bisa difokuskan di titik-titik rawan membantu polisi dan TNI," tambah Politisi PDI Perjuangan itu.

Selain itu, dia meminta penjagaan di setiap perbatasan Surabaya juga ditingkatkan.

"Jalan-jalan tikus keluar masuk Surabaya juga jangan sampai lolos," tandasnya.

Loading...