jatimnow.com

Kapten Voli Putri Petrokimia Pupuk Indonesia Akui Timnya Kian Solid

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Sahlul Fahmi
Kapten Voli Putri Petrokimia Pupuk Indonesia Khalisa Azilia Rahma (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com) 🔍
Kapten Voli Putri Petrokimia Pupuk Indonesia Khalisa Azilia Rahma (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

Gresik - Kapten tim voli putri Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia Khalisa Azilia Rahma punya tips untuk mempererat ikatan emosional antarpemain dalam timnya menjelang putaran pertama Proliga 2022 yang bakal digeber bulan depan.

Menurut pemain yang berposisi sebagai setter itu, timnya memang tidak terlalu sulit untuk melebur pemain menjadi satu kesatuan. Sebab selama ini keberadaan mereka dipusatkan di sebuah asrama atau mess yang berlokasi di kompleks Perumahan Petrokimia Gresik.

"Satu kelebihan kami karena tinggal dalam satu mess. Jadi setiap hari kami sudah terbiasa berkumpul dan melakukan aktivitas bersama mulai makan, tidur dan berlatih. Jadi saya pikir tidak ada kendala untuk chemistry antarpemain," kata Khalisa, Jumat (31/12/2021).

Pemain berpostur 179 sentimeter ini juga menyebut jika menjelang digulirnya Proliga, rekan-rekan setimnya justru lebih akrab. Mereka seperti tahu bahwa untuk menjadi tim yang solid harus didasari rasa kebersamaan yang tinggi.

Loading...

"Akhir-akhir ini malah saya sering melihat teman-teman tidur bersama bergantian dari satu kamar ke kamar lainnya. Saya merasa kami semakin solid sebelum berangkat menuju ke Proliga," ucap pevoli yang berulang tahun pada 11 Maret ini.

Sementara, untuk komunikasi dengan pemain asing yang berada dalam timnya yakni Jennifer Alvarez asal Kuba dan Yuliya G asal Rusia. Khaliza mengaku memang terkadang ada sedikit kendala. Hal itu dikarenakan rata-rata pemain asal Amerika Latin dan Eropa Timur kemampuan bahasa Inggrisnya agak kurang.

"Memang ada pemain asing yang kemampuan bahasa Inggrisnya agak kurang, jadi pada momen-momen tertentu kami kesulitan berkomunikasi," ungkapnya.

Guna mengatasi hal ini, pevoli yang tidak terlalu suka memanjangkan rambutnya ini terpaksa harus menggunakan aplikasi google translate. Jika tidak, Khalisa dan para pemain lokal lainnya terpaksa menggunakan bahasa tubuh agar bisa melancarkan komunikasi dengan pemain asing.

"Kami biasanya pakai goggle translate, kalau sudah terpaksa tak jarang kami pakai bahasa isyarat. Kadang geli sendiri kalau mengingatnya," pungkas pevoli yang doyan drama Korea ini.