jatimnow.com

Lagi, Siswi SD di Jombang Meninggal Usai Sepekan Divaksin

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Achmad Supriyadi
Marwatun, ibu NSG (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com) 🔍
Marwatun, ibu NSG (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Jombang - Seorang siswi sekolah dasar (SD) di Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang meninggal dunia usai sepekan divaksin. Pelajar berinisial NSG (9) itu meninggal di RSUD Jombang pada Jumat (31/12/2021) pagi.

Ibu NSG, Marwatun (42) mengaku menyesal putrinya meninggal dunia setelah mengikuti vaksinasi di sekolah.

"Itu namanya memang jalaran (penyebab). Tapi ya perasaan saya ya menyesal kenapa tadi tak (saya ikutkan) vaksin," ungkap Marwatun, Jumat (31/12/2021).

Ia menambahkan, anaknya mengikuti vaksin pada 22 Desember 2021. Dua hari setelah vaksinasi, NSG jatuh sakit. Kemudian dibawa ke puskesmas hingga dirujuk ke RSUD Jombang.

Loading...

"Ya tanggal 22 vaksin, sakitnya tanggal 24. Tanggal 24 itu sudah tinggi panasnya, sampai keluar bentol-bentol mirip biduren. Ya muntah juga. Dari puskesmas dirujuk ke RSUD Jombang. Di puskesmas itu Selasa malam, di RSUD gak ada hasil apa-apa, terus saya marah baru ditangani," tegasnya.

"Itu dokternya pada ngumpul semua, diskusi, menentukan ini penyakit apa, sampai sempat mau dirujuk ke (RSU) dr Soetomo Surabaya," tambah dia.

Menurut Marwatun, anaknya divaksin di sekolah dan mengaku jika teman putrinya ada yang mengalami gejala aneh.

"Iya, vaksin di sekolah. Temannya ini gak apa-apa. Sebelumnya dia ditanya, ada kendala apa, ya gak apa-apa. Terus ada alergi apa tidak, ya tidak, anaknya itu pinter," paparnya.

Dia berharap agar ke depan pelaksanaan program vaksinasi ini dilaksanakan lebih hati-hati.

"Biar gak seperti ini lagi. Ya kita juga belum tau pasti penyebabnya ini karena apa. Apa karena vaksin atau apa," sambung Marwatun.

Ketika ditanya hal apa saja yang dialami oleh NSG saat itu, dua menyebut jika anaknya sempat panas, memar merah besar-besar. Dan NSG meninggal dunia pada hari ini pukul 05.00 WIB di RSUD Jombang.

"Terakhir dia masih bisa komunikasi, tapi gak bisa jalan, terus ada merah-merah yang bengkak sampai ke sekujur tubuh. Minggu itu besar bentolnya. Selasa baru dibawa ke RSUD," jelas dia.

Sementara Kepala Puskesmas Mojowarno, Ainun Zubaidah menjelaskan kronologi meninggalnya NSG. Pada Selasa (28/12/2021), NSG datang ke Puskesmas Mojowarno pukul 18.50 WIB, dengan keluhan panas, mual-mual dan ruam merah di badannya.

"Setelah kita evaluasi, selanjutnya kita rujuk ke RSUD Jombang pada tanggal 28," jelas Ainun.

Ainun menyebut, NSG mengikuti vaksin tahap pertama jenis Sinovac pada 22 Desember pagi di sekolahnya.

"Tanggal 23 dia sekolah, Kamis dia sekolah, hari Jumat itu dia panas tinggi dan muntah, keluar ruam merah seperti biduren tadi," ungkap dia.

Selanjutnya, sambung Ainun, NSG dibawa ke bidan praktik swasta, pada Sabtu, selanjutnya ke pengobatan alternatif.

"Kemudian sampai hari Selasa dia sudah gak muntah, tapi nyeri perut, tapi ruam merah tidak berkurang. Dan kami rujuk ke RSUD Jombang," paparnya.

Saat ditanya apakah itu disebabkan vaksinasi, Ainun menyebut bahwa semua kejadian ikutan pascaimunisasi itu adalah KIPI. Tapi untuk menyatakan hal tersebut perlu dilakukan investigasi secara detail.

"Semua kejadian ikutan pasca imunisasi itu ya KIPI. Tapi apakah itu disebabkan vaksin, itu ada tim tersendiri yang akan melakukan investigasi," tegasnya.

Disinggung apakah ada korban lain selain NSG, Ainun menyatakan masih ada satu anak lagi yang mengalami gejala hampir sama dengan NSG dan saat ini dirujuk ke RSUD Jombang.

"Kalau dari SD Gayam ini ada dua orang. Yang kedua ini kurang tau namanya siapa, tapi saya rujuk hari ini. Dia sudah gak panas, tapi ada ruam merah dan sekarang di rumah sakit," paparnya.

Ainun menyebut dirinya sudah melaporkan ke Dinas Kesehatan Jombang.

"Semua sudah kita laporkan dan juga sudah saya usulkan untuk dilakukan evaluasi," pungkasnya.

Sebelum NSG, seorang pelajar SD kelas VI Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang berinisial MBS (12), juga meninggal dunia usai sehari divaksin. Namun setelah diusut oleh Komda dan Komnas KIPPI, disimpulkan bahwa meninggalnya MBS bukan karena vaksin.