jatimnow.com

Perankan Raja Jadi Tantangan Baru dan Proses Pendewasaan Bagi Angga Yunanda

Editor : Arina Pramudita
Angga Aldi Yunanda saat mengunjungi redaksi jatimnow.com. (Foto: Fajar Mujianto/jatimnow.com) 🔍
Angga Aldi Yunanda saat mengunjungi redaksi jatimnow.com. (Foto: Fajar Mujianto/jatimnow.com)

Surabaya - Memerankan karakter Raja yang tiga tahun lebih tua dalam film 'Cinta Pertama, Kedua & Ketiga' menjadi tantangan baru dan proses pendewasaan bagi Angga Yunanda.

Aktor muda berbakat kelahiran 16 Mei 2000 ini, mengaku kesulitan di awal syuting.

"Awalnya pasti kesulitan, karena jujur aku nggak pernah dapat peran yang umurnya lebih tua dari umur aku. Karena biasanya aku perannya anak SMA, pelajar. Ini salah satu pengalaman pertama, untuk bisa jadi dan mencari karakter yang lebih tua dari saat itu," ungkap Angga saat berkunjung ke redaksi jatimnow.com, Kamis (5/1/2021) siang.

Loading...

Baca juga: Cinta Pertama, Kedua, & Ketiga, Film Penghangat Keluarga

Bagi Angga, proses yang dilaluinya mengambil peranan penting sepanjang karier perfilman. Saat proses syuting film 'Cinta Pertama, Kedua, & Ketiga', dirinya melalui proses panjang mulai dari reading naskah secara virtual yang memakan waktu 3 bulan lamanya.

"Aku sangat dibantu oleh proses. Karena menurut aku proses adalah bagian dan peran penting dari sebuah film," jelasnya.

"Syutingnya panjang banget selama 1,5 tahun. Jadi, proses yang lumayan panjang ini justru membantu aku dalam mencari karakter si Raja, di mana bisa menjadi lebih dewasa. Nggak cuma pembelajaran si karakter aja, tapi merasuk ke dalam aku juga sebagai proses pendewasaan," tambah aktor bernama lengkap Angga Aldi Yunanda.

Lawan main aktris Putri Marino ini berpesan kepada generasi muda agar mengikuti apa yang sudah diimpikan selama ini.

"Terkadang kita masih mencari apa yang kita suka. Tapi, menurut aku bakal keliatan sih sebenarnya potensi apa yang lebih menonjol dari diri kalian, kalau suka sama satu hal, coba dalemin aja. Aku akhirnya menemukan hal yang aku inginkan di usia cukup muda, itu yang aku terus tekuni saat ini," harapnya.

"6 tahun adalah waktu yang singkat, dari 2015-2022, masih sangat sedikit yang baru aku dapatkan dari industri yang sangat besar ini," tutupnya.

Reporter: Shella Shofiyannajah