Ibu dan Bayi Meninggal, Suami Sebut Penanganan RSUD dr Harjono Buruk

Editor: Erwin Yohanes / Reporter: Mita Kusuma

Suasana ruang tunggu RSUD dr Harjono./Foto: Mita Kusuma.

jatimnow.com - Nasib tragis dialami oleh Anggris Afdi Saputra (23) warga Desa Wotan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Sebab, ia telah kehilangan calon anak pertama dan istrinya yang bernama Devita Sri Utami.

Tragisnya, almarhum istri dan anaknya meninggal karena diduga buruknya pelayanan rumah sakit. Ia merasa saat itu sang istri tak ditangani dengan baik oleh dokter di RSUD dr Harjono Ponorogo, meski sudah dalam keadaan kritis.

Anggris menceritakan, dua hari lalu atau Minggu (24/6/2018) malam ia ke RSUD dr Harjono, Kelurahan Paju, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, karena dirujuk oleh bidan yang berada di Pulung. "Alasannya sudah tidak sanggup ditangani," katanya membuka perbincangan, Selasa(26/6/2018) siang.

Ia mengaku, saat di rumah sakit memang istrinya diberikan obat perangsang. Namun tidak ada dokter yang datang. Hanya ditangani oleh bidan. Hal itu berlangsung lama.

Sampai, Anggris melihat istrinya sudah susah bernafas. "Nafasnya terengah-engah. Saya sudah memanggil bidannya terus," katanya mengenang.

Namum, si bidan tidak kunjung menangani. Bahkan cenderung memilih tidur tidak melihat sang istri yang saat itu antara hidup dan mati.

"Katanya sih memang orang melahirkan seperti itu. Tapi yang saya salahkan kok tidak mau beranjak dari tempat duduknya. Saya lihat tidur," urainya.

Sampai, Senin (25/6/2018) dini hari baru ada dokter datang. Itu pun sepengetahuannya sang istri sudah tidak bernafas.

"Setahu saya istri sudah tidak bernafas. Baru dibawa ke ICU. Baru diberi nafas buatan. Dokter juga baru datang. Saya dalam hati mengutuk. Karena sudah meninggal baru ditangani," bebernya.

Ia pun menuntut pihak rumah sakit untuk memberikan jawaban. Anggris membeberkan bahwa selama 9 bulan istrinya selalu periksa ke RSUD dr Harjono. Tidak ada keluhan apapun dan dinyatakan sehat oleh bidan.

"Memang kemarin melahirkannya sudah kelewat hari. Umurnya sudah 9 bulan lebih 8 hari," katanya.

Sementara, Wakil Direktur Rekam Medik RSUD dr Harjono, Drg Santi Pratiwi, membantah pernyataan keluarga pasien tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan tindakan sesuai prosedur.

"Setahu saya setiap ada pasien yang masuk lewat poli atau IGD selalu ditangani. Tentu sesuai dengan SOP," terang drg Santi kepada jatimnow.com di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, menerima pasien karena memang kondisi ibu dan anak sudah kelewat bulan atau istilah medisnya posdit. Namun langsung ditangani.

"Masuk IGD jam 8 malam. Langsung ditindak. Langsung dikonsultasikan dengan dokter kandungan," tambahnya.

Bahkan, lanjut ia, sampai ada tindakan ke ICU. "Berarti terbukti ditangani. Pun saat di ICU ada dokter kandungan dan dokter anastesi," ungkapnya.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter