jatimnow.com

Krisis Lahan Makam Kristiani, Kota Batu Siapkan 1 Hektare

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Galih Rakasiwi
Makam kristiani di Kota Batu. (Foto: BKSG for jatimnow.com) 🔍
Makam kristiani di Kota Batu. (Foto: BKSG for jatimnow.com)

Batu - Menyusutnya area permakaman kristiani yang hanya menyisakan 15 kavling di kawasan Gang Karate Kelurahan Ngaglik membuat Badan Kerja Sama Gereja (BKSG) mulai khawatir.

Pihak BKSG bahkan telah menyampaikan permasalahan ini kepada DPRD Kota Batu untuk mendorong Pemkot melakukan pengadaan tanah bagi umat kristiani.

Ketua BKSG Kota Batu, Michael Chandra Muludin bahkan mengaku saat ini pihaknya menyiasati dengan tidak memasang jirat ketika ada jenazah yang hendak dimakamkan.

Loading...

"Waktu itu kami sampaikan ke Komisi A dan langsung ditindak lanjuti oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD)," urainya, Jumat (14/1/2022).

Pihaknya cukup khawatir dengan peristiwa terakhir tentang tingginya angka kematian pada pandemi Covid-19 gelombang kedua. Oleh sebab itu, pemakaman kristiani ini merupakan salah satu urgensi yang harus segera ditindaklanjuti.

Dibenarkan oleh anggota Komisi A Ludi Tanarto bahwa pihaknya saat ini masih terus berupaya melakukan koordinasi dengan pihak eksekutif.

"Informasi terakhir dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) bahwa mereka akan menindak lanjuti keluhan umat kristiani tersebut," tuturnya.

Dia berharap pemkot dapat memfasilitasi lahan makam yang layak atau ideal. Seperti tidak berada di eks tanah pertanian karena rata-rata kondisinya berair.

"Untuk pengadaan tanah makam ini sebenarnya bisa menggunakan aset pemkot yang ada di wilayah kelurahan," imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala DPKPP Kota Batu Bangun Yulianto menegaskan bahwa pihaknya akan menyiapkan lahan seluas 1 hektare untuk permakaman Nasrani tersebut.

"Yang dibuka adalah lahan baru seluas 1 hektar untuk areal pemakaman umum di Jalan Sultan Hasan Halim, Kelurahan Sisir," paparnya.

Bangun mengatakan, areal seluas 1 hektare nantinya dapat dibentuk hingga 987 kapling. Nantinya ada pembagian klaster dimana seperempat luasnya dimanfaatkan untuk pemakaman non-muslim dan sisanya bisa dimanfaatkan untuk pemakaman muslim.

Untuk pengadaan tanah makam tersebut diperkirakan akan memakan anggaran sekitar Rp4 miliar. "Anggaran itu nantinya akan diperuntukkan pembangunan fisik yang diperlukan seperti jalan sekitar makam, gapura dan pagar pembatas," tutupnya.