jatimnow.com

Awas! 14 Titik Perlintasan Sebidang Pasuruan hingga Banyuwangi Rawan Kecelakaan

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Mahfud Hidayatullah
Perlintasan sebidang tanpa palang pintu di jalan Desa Bayeman Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo menelan 4 korban jiwa. (Foto: PT KAI Daop 9 Jember for jatimnow.com) 🔍
Perlintasan sebidang tanpa palang pintu di jalan Desa Bayeman Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo menelan 4 korban jiwa. (Foto: PT KAI Daop 9 Jember for jatimnow.com)

Jember - PT KAI Daop 9 Jember berupaya terus meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang sepanjang jalur kereta api, mulai Pasuruan sampai dengan Banyuwangi. Tahun 2021 lalu sekitar 14 titik perlintasan sebidang yang telah dievaluasi karena rawan kecelakaan.

Sebanyak 14 titik tersebut meliputi wilayah Pasuruan ada 1 titik, Probolinggo 3 titik, Lumajang 1 titik, Jember 5 titik, dan Banyuwangi 4 titik.

"Ini menjadi kajian kami dan akan ditingkatkan keselamatam di jalur perlintasan sebidang di jalur tersebut tahun 2022," kata Pelaksana Harian Manager Humas PT KAI DAOP 9 Jember, Tohari, Jumat (14/1/2022).

Loading...

Dalam peningkatan keselamatan tersebut, kata Tohari, tidak hanya dilakukan penutupan. Namun juga dengan cara memasang rambu-rambu di perlintasan sebidang baik rusak maupun hilang.

Baca juga:  

"Kalau penutupan perlintasan sebidang harus memenuhi kreteria. Salah satu syaratnya, apabila masih ada jalan alternatif di lokasi tersebut. Kemudian, jarak antara perlintasan sebidang tanpa palang pintu antara satu titik dan titik lainnya kurang dari 800 meter. Jika itu ada maka kami akan menutup salah satunya," jelasnya.

Tohari menyebutkan perlintasan sebidang per Januari 2022 di wilayah DAOP 9 Jember, tercatat ada 346 perlintasan sebidang baik yang terjaga dan tidak.

"Di Probolinggo sendiri, tercatat da 67 perlintasan sebidang. Dimana 13 perlintasan sebidang telah ada penjagaan, serta 54 lainnya belum ada penjagaan," ungkapnya.

Berita sebelumnya, kecelakaan maut menewaskan 4 penumpang Toyota Inova dengan nopol L 1172 MW tertabrak kereta api Logawa pada Kamis (13/1) sekitar pukul 16.45 WIB saat menerobos perlintasan sebidang tanpa palang pintu di jalan Desa Bayeman Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Keempat korban tersebut merupakan 3 warga Surabaya, dan 1 warga Bandung.

Loading...