Pixel Code jatimnow.com

Celoteh

Ketika Warga Surabaya Tak Kenal Lontong Kupang, Ini Rujak?

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Zaki Zubaidi
Lontong kupang sudah jarang sekali dijajakan keliling kampung atau pula perumahan. (Foto: Farizal Tito/jatimnow.com)
Lontong kupang sudah jarang sekali dijajakan keliling kampung atau pula perumahan. (Foto: Farizal Tito/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sepiring lontong kupang tersaji di atas meja. Salah satu makanan khas Surabaya itu juga dilengkapi sate kerang. Kuah dengan racikan petis memenuhi piring. Irisan lontong tertata apik dengan toping kupang. Di sampingnya, tersaji es kelapa muda. Sungguh nikmat disantap di tepi Pantai Kenjeran saat cuaca gerah.

Seorang bocah perempuan yang dari tadi bermain pasir, berlari kecil mendekati meja dengan sajian lontong kupang tadi. Ibu anak itu pun menawarinya. "Ayo itu dimakan dulu. Enak lho," ucap ibu itu kepada putrinya.

Bocah perempuan bertubuh agak subur itu mengernyitkan dahi. Ia mengamati makanan itu. Mungkin ia tak pernah melihat, apalagi memakannya. "Apa ini, Ma? Rujak ta?" Celetuknya polos.

Banner Morula IVF Landscape

Seketika itu pula, ibu itu tertawa terpingkal-pingkal karena celetukkan putrinya yang bernama Naila Zahwah. "Oalaaaa anak zaman sekarang sudah tidak kenal makanan tradisional," katanya. Ya, Naila yang duduk di kelas 1 sekolah dasar.

Ia memang tak pernah merasakan makanan lontong kupang, demikian pula dengan rujak. "Dia memang belum pernah makan (lontong) kupang," kata ibunya.

Ketidaktahuan Naila bukan karena tidak doyan makanan tradisional, seperti lontong kupang, semanggi, rujak dan lain sebagainya . Tapi karena memang makanan sejenis itu sudah jarang sekali dijajakan keliling kampung atau pula perumahan. Anak-anak lebih mengenal berbagai macam makanan cepat saja yang iklannya sering nongol di televisi.

Naila yang tadi penasaran pun segera mencicipi lontong kupang tersebut. Saat sendoknya terisi kupang, Naila mendekatkan matanya. Sekilas, kupang memang tampak seperti biji mata, berwarna putih dengan titik hitam di tengahnya.

"Ini matanya ikan ta, Ma?" Ia penasaran. Sementara ibunya pun tersenyum dan agak bingung cara menjelaskannya. "Kupang itu hewan laut. Mirip seperti kerang," jawabnya.

Beberapa menit berlalu, sepiring kupang lontong itu habis dilahap Naila. Dengan menahan rasa pedas ia menyambar es teh di depannya. Tapi ibunya menahan Naila untuk tidak minum es teh itu.

Loading...

"Minum ini dulu. Biar tidak sakit perut," ia menyodorkan es kelapa muda. Kali ini Naila tidak bertanya lagi. Ia langsung menyeruput es tersebut dan segera berlari melanjutkan permainannya.

Loading...