Pixel Code jatimnow.com

Rekrutmen Tenaga Ahli Pokir DPRD Kota Probolinggo Dikabarkan Digelar Tertutup

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Mahfud Hidayatullah
Gedung DPRD Kota Probolinggo (Foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com)
Gedung DPRD Kota Probolinggo (Foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com)

Probolinggo - Proses rekrutmen Tenaga Ahli Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Probolinggo dikabarkan digelar secara tertutup.

Atas kabar tersebut, Ketua Komisi II Kota Probolinggo, Sibro Malisi mengaku kaget setelah seluruh anggota dewan mendapatkan surat dengan informasi bahwa sudah ada Tenaga Ahli Pokir.

"Padahal kesepakatan saat paparan anggaran DPRD Desember lalu itu meminta agar dilakukan rekrutmen dengan terbuka, transparan," ungkap Sibro, Rabu (19/1/2022).

Banner Morula IVF Landscape

Sibro menyebut, rekrutmen Tenaga Ahli Pokir dewan teranggarkan Rp 65 juta bersumber dari APBD dengan tujuan agar menghasilkan tenaga ahli yang memiliki kualifikasi sesuai dengan tugas, yaitu pendampingan dan menginput hasil reses DPRD.

"Karena selama ini, semua usulan DPRD hasil reses yang bersumber dari masyarakat tidak pernah diakomodir oleh pemerintah. Kalau pun toh ada, pesentasenya tidak lebih dari 10 persen," papar Sibro.

Tenaga Ahli Pokir bertugas menghimpun seluruh usulan masyarakat untuk dituangkan dalam pokok-pokok pikiran DPRD, sehingga pada saat penyusunan APBD Tahun 2023 nanti, usulan itu masuk.

Baginya, tenaga pendamping pikir itu sangat penting dan perlu. Namun jika memang harus ada rekrutmen, maka perlu dilakukan terbuka.

"Saya sendiri tidak tahu menahu bagaimana rekrutmen yang dilakukan sekwan. Yang jelas memang sudah ada," jelasnya.

Hanya saja, Sibro mengaku mendapatkan informasi bahwa sekwan menghentikan rekrutmen.

"Saya tidak tahu alasan pastinya mengapa kok tiba-tiba dihentikan. Komisi II mendorong tetap dilakukan. Tetapi terbuka dan dibuka untuk umum, sehingga nanti dapat membantu tugas tugas dewan," papar dia.

Loading...

Sementara Sekwan DPRD Kota Probolinggo, Teguh Bagus Sudjarwo belum bisa ditemui karena sedang ada pekerjaan di luar kantor.

"Pak sekwan tidak di kantor, sedang ada rapat di luar," tutur salah satu petugas Sekwan.

Loading...