Pixel Code jatimnow.com

Omzet Turun 20 Persen, Industri Galangan Kapal Terseok-seok

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Galih Rakasiwi
Direktur Utama PT Adiluhung Saranasegara Indonesia, Anita Puji Utami. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Direktur Utama PT Adiluhung Saranasegara Indonesia, Anita Puji Utami. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Batu - Pandemi Covid-19 membuat industri galangan kapal terdampak cukup parah. Mereka pun berusaha sekuat tenaga bertahan, apalagi omzet mereka pun menurun 20 persen sejak tahun 2021 hingga sekarang.

"Pandemi membuat kita terseok-seok. Bayangkan saja pemasukan turun hingga 20 persen. Untuk itu kita pun menyelenggarakan rapat kerja untuk membahas dampak kondisi pandemi di industri galangan kapal karena galangan kapal ini melayani industri pelayaran," jelas Direktur Utama PT Adiluhung Saranasegara Indonesia, Anita Puji Utami, Senin (31/1/2022).

Terlebih industri pelayaran untuk transportasi ini dibatasi adanya kebijakan PPKM dan lainnya. Tentu hal tersebut membuat pihaknya merasa semakin kelimpungan. Seperti yang disampaikan beberapa anggota saat Raker yang diselenggarakan di Kota Batu pada 29-30 Januari 2022.

Banner Morula IVF Landscape

"Dari Raker itu kita berharap ke depan bisa merancang strategi agar bisa mengarungi tahun 2022 dengan survive di tengah gelombang pandemi yang belum surut," paparnya.

Dengan menurunnya omzet tersebut membuat perusahaan melakukan efisiensi pengerjaan reparasi. Perawatan kapal pun akhirnya juga turut diefisienkan. Meski begitu sampai sekarang pertumbuhan produksi memang masih belum signifikan.

"Omzet memang sangat terpengaruh, karena banyak kebijakan perusahaan yang terkait dengan perawatan kapal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Harian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jawa Timur, Bambang Harjo Soekartono berkeinginan pemerintah lebih memperhatikan industri galangan kapal.

"Sebab industri galangan kapal adalah industri strategis sehingga beban pelaku usaha di sektor ini cukup berat di masa pandemi. Ia berpendapat agar intervensi pemerintah bisa lebih jauh sehingga biaya yang dikeluarkan tidak terlalu membebani pelaku bisnis ini," tuturnya.

Tambah Bambang, kapal sangat penting untuk memasok kebutuhan masyarakat dari satu daerah ke daerah yang lain. Selain itu juga menunjang mobilitas masyarakat.

Menurutnya, perlu satu kebijakan dari pemerintah yang mendukung hidupnya industri galangan kapal.

"Seperti sistem penerimaan negara bukan pajak dihilangkan, kemudian tarif soal sewa lahan yang tidak terlalu tinggi, serta tarif listrik yang lebih murah," imbuhnya.

Lalu, pejabat fungsional Kementerian Perindustrian, Immanuel TH Silitonga menerangkan pemerintah telah mencermati kebijakan pengembangan industri maritim. Kementerian Perindustrian melakukan evaluasi terhadap SDM di industri kemaritiman.

“Ada upaya untuk mengoptimalisasi kinerja sektor industri secara keseluruhan mulai profil galangan kapal dan kinerjanya. Potensi yang dimiliki Indonesia, menurut saya cukup bagus. Sejumlah pelaku industri galangan kapal telah bisa membuat kapal jenis tanker hingga penyeberangan," ujarnya.

Loading...

Tapi industri galangan kapal masih banyak terpusat di Pulau Jawa dan Indonesia bagian barat.

“Kehadiran tol laut sebenarnya telah meningkatkan produksi pembuatan kapal. Hanya saja sejauh ini di kawasan Indonesia bagian timur masih kurang," tutupnya.

Loading...