Pixel Code jatimnow.com

Pemkot Mojokerto dan Pemkab Blitar Teken MoU Pariwisata dan Perekonomian

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Achmad Supriyadi
Penandatanganan MoU kerja sama antara Pemkot Mojokerto dan Pemkab Blitar. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Penandatanganan MoU kerja sama antara Pemkot Mojokerto dan Pemkab Blitar. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Mojokerto - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menandatangani kesepakatan bersama atau MoU tentang kerja sama pembangunan daerah.

Bupati Blitar, Rini Syarifah mengatakan, wilayahnya mempunyai potensi yang melimpah dan beragam di bidang pertanian, perkebunan, peternakan serta perikanan.

"Kabupaten Blitar mampu memenuhi kebutuhan telur nasional sebesar 28 persen atau 1200 ton per hari. Namun sekarang produksi telur merosot 840 ton per hari akibat harga pakan jagung terus meningkat dan harga telur turun," kata Rini saat memberikan sambutan, Jumat (25/2/2022).

Banner Morula IVF Landscape

Rini menambahkan, sektor pertanian masih pegang peran utama, wilayah yang dia pimpin juga memiliki potensi perikanan yang cukup besar, baik perikanan laut maupun darat atau budidaya.

"Ini potensi menjanjikan karena wilayah kita langsung berbatasan dengan Samudera Indonesia di bagian selatan. Sehingga produksi perikanan kita melimpah ruah. Bahkan komoditas ikan Koi kita sudah diakui secara nasional," terangnya.

Menurut Rini, potensi yang luar biasa tersebut, tidak ada artinya jika tak dikembangkan dan dikerjasamakan dengan daerah lain. Untuk itu, ia melirik Kota Mojokerto sebagai tempat strategis untuk mengembangkan potensinya.

"Kota Mojokerto ini kan kota jasa dan perdagangan, tentu sangat strategis bila kita gandeng kerja sama peningkatan bidang perekonomian. Selain itu kita jajaki kerja sama bidang pariwisata juga. Karena ternyata kita memiliki ikatan sejarah yang sama terkait Soekarno," tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyambut baik ajakan kerja sama Pemkab Blitar tersebut. Menurutnya, dalam rangka mengembangkan potensi daerah dan untuk memajukan daerah harus diarahkan kepada kolaborasi dan sinergi.

"Kita tidak lagi bersaing antardaerah namun berkolaborasi untuk memajukan daerah secara bersama-sama," ungkapnya.

Ning Ita menyebut, sebagai kota perdagangan dan jasa, Kota Mojokerto tidak memiliki sektor pertanian, agro kelautan maupun kehutanan seperti yang dimiliki Pemkab Blitar.

"Maka kedepan bagaimana sektor produksi dan distribusi ini kita kerja samakan. Kita di sini ada tempat distribusinya sedangkan produksinya dari Kabupaten Blitar," ujarnya.

Loading...

Masih kata Ning ita, pengembangan wisata sejarah dan budaya, selain wisata Majapahit, Kota Mojokerto juga mengembangkan wisata sejarah Soekarno semasa kecil.

"Ada keterikatan kuat antara Kota Mojokerto dan Blitar terkait Soekarno. Ini akan kita gali potensinya dan apa yang bisa kita dapatkan dalam rangka bersama-sama mengembangkan potensi sejarah dan budaya yang dimiliki oleh dua daerah ini," pungkasnya. (ADV)

Loading...