Pixel Code jatimnow.com

Erupsi Gunung Agung Bali, Bandara Banyuwangi Jadi Alternatif

Editor : Arif Ardianto
Pantauan citra satelit BMKG pukul 08.00 WIB untuk sebaran abu vulkanik Gunung Agung Bali.
Pantauan citra satelit BMKG pukul 08.00 WIB untuk sebaran abu vulkanik Gunung Agung Bali.

jatimnow.com - Pasca terjadinya erupsi Gunung Agung Bali dan paparan abu vulkanik, Bandara Banyuwangi dapat dijadikan sebagai alternatif via jalur udara menuju Bandara Surabaya dan Jakarta.

Mengingat, sebelumnya erupsi Gunung Agung seluruh aktivitas penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali ditutup.

Selain itu, General Manager Airport I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi juga menyatakan semua operasional penerbangan menunggu pemberitahuan perkembangan sebaran abu vulkanik.

Sebagai bandara terdekat, status penerbangan dari Banyuwangi-Surabaya dan tujuan Jakarta masih terpantau normal pasca erupsi.

Meskipun sebagian wilayah udara Banyuwangi sempat terdampak erupsi dan membumbung abu vulkanik di sisi selatan dan tengah langit Bumi Blambangan. Sejauh ini, peristiwa itu tidak mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Banyuwangi.

"Jadi, kondisi bandara saat ini masih tetap buka. Untuk position landing maupun take off adalah dari penerbang (maskapai atau pilot)," kata Edy Febriansyah selaku asisten Manager of Safety Risk and Quality Control Bandara Banyuwangi, Jumat (29/6/2018).

Baca juga:
Bandara Banyuwangi Masuk 20 Arsitektur Terbaik Dunia

Hingga saat ini, penumpang asal Bali tujuan rute penerbangan Surabaya dan Jakarta cenderung meningkat sejak pagi tadi.

Sebagai langkah antisipasi, lanjut Edy, dampak erupsi Gunung Agung pihaknya merilis "caution to vulcanic s" atau kewaspadaan terhadap vulkanik s di wilayah udara Bandara Banyuwangi.

Sementara itu, berdasarkan informasi update terbaru dari BMKG Banyuwangi dari Citra Satelit Himawari debu vulkanik Gunung Agung pada pukul 12.10 Wib bergerak ke arah Barat Laut hingga tenggara.

Baca juga:
Apresiasi Bandara Banyuwangi, Menhub Cek Penggunaan GeNose C19

 

Reporter: Hafiluddin Ahmad

Editor: Arif Ardianto