Pixel Code jatimnow.com

Khofifah Warning Produsen dan Distributor Agar Tak Menimbun Minyak Goreng

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Ni'am Kurniawan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau operasi pasar di Kota Blitar (Foto: Humas Pemprov Jatim for jatimnow.com)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau operasi pasar di Kota Blitar (Foto: Humas Pemprov Jatim for jatimnow.com)

Blitar - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan peringatan atau warning agar para produsen dan distributor tidak melakukan penimbunan minyak goreng.

Tujuannya agar pelaku-pelaku tersebut menghindari upaya penimbunan bahan pokok yang mulai langka. Kelangkaan minyak goreng di Jatim membuat Khofifah heran. Mengingat kebutuhan minyak goreng di Jatim per bulannya 59 ribu ton, sedangkan produksinya mencapai 63 ribu ton, sehingga semestinya surplus setiap bulannya.

"Dari Bumi Bung Karno ini, saya panggil jiwa nasionalisme kepada seluruh pelaku industri minyak goreng. Kalau kita cinta Merah Putih, cinta NKRI, tolong segera distribusikan stok minyak goreng ke masyarakat. Jangan ada yang ditahan pasokannya," ujar Khofifah dalam keterangan resmi yang diterima jatimnow.com, Rabu (2/3/2022).

Banner Morula IVF Landscape

Khofifah menegaskan, dirinya bersama Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya telah berkeliling ke pabrik produsen minyak goreng.

Dari kunjungan itu, produsen atau pabrik minyak goreng mengaku produksinya tidak mengalami perubahan. Namun kelangkaan minyak goreng tetap terjadi di pasar.

"Kalau produksinya tidak berubah, tidak berkurang, kenapa barangnya menjadi langka. Mari kita panggil jiwa nasionalisme dengan membantu masyarakat agar minyak goreng sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) mudah didapat," tutur dia.

"Saya mohon kepada pelaku usaha yang terkait rantai pasok minyak goreng agar segera menyalurkan minyak goreng lebih cepat. Jangan ditunda atau malah ditahan. Kasihan masyarakat umum yang betul-betul membutuhkan. Tolong, sekali lagi tunjukkan jiwa nasionalisme," sambungnya.

Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur serta pemkab dan pemkot terus menggencarkan operasi pasar untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng di seluruh wilayah mereka.

Loading...

Operasi pasar tersebut ditujukan untuk masyarakat umum atau konsumen akhir yang saat ini kesulitan memperoleh minyak goreng karena langka.

Loading...