Pixel Code jatimnow.com

Disparta Kota Batu Daftarkan Kusir Dokar ke BPJS Ketenagakerjaan

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Galih Rakasiwi
Disparta Kota Batu dan BPJS Naker bersama kusir dokar. (Foto-foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Disparta Kota Batu dan BPJS Naker bersama kusir dokar. (Foto-foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Kota Batu - Kusir dokar di Kota Batu tak hanya mendapatkan insentif bulanan sebesar Rp1 juta. Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu juga mendaftarkan mereka sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Secara simbolis, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada 28 kusir dokar.

"Selain untuk memberikan jaminan keselamatan, kartu tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada mereka yang sudah berjuang melestarikan kendaraan tradisional. Sehingga jadi daya tarik wisata. Tak lupa, terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya.

BPJS Ketenagakerjaan sekaligus memberikan bantuan neon box di terminal dokar Alun-alun Batu. Tujuannya untuk mempercantik terminal dokar dan bisa menjadi petunjuk bagi wisatawan. "Sangat luar biasa, semoga semua ini bisa memberikan kelancaran serta penataan lokasi agar lebih baik. Jadi bisa meningkatkan pelayanan dokar wisata kepada para wisatawan," imbuhnya.

Banner Morula IVF Landscape

Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BPJS Ketenagakerjaan Kota Batu Yeni Aristasari mengapresiasi langkah Disparta untuk memberikan kepastian perlindungan. "Sebab setiap aktivitas tentu memiliki resiko, sehingga nanti kusir dokar bisa bekerja dengan rasa aman dan tidak ada kekhawatiran. Dari premi tersebut, mereka mengikuti 2 program. Yaitu kecelakaan kerja dan kematian," paparnya.

Disparta dan BPJS Ketenagakerjaan juga bersinergi secara terus menerus untuk memberikan perlindungan kepada pelaku wisata secara menyeluruh. "Misal, beberapa waktu lalu mendaftarkan para pedagang, pelaku usaha, pekerja seni, asosiasi wisata, dan sebagainya," tuturnya.

Sementara itu, salah satu kusir dokar Fandi Darmadi (40) mengaku sangat berterima kasih atas kepedulian pemerintah. Dirinya pun tak keberatan dari insentif tiap bulan sebesar Rp1 juta dipotong untuk membayar premi Rp16,8 ribu. "Dulu keberadaan kami kurang dipedulikan. Tapi sekarang Alhamdulillah sudah mendapat perhatian. Mulai insentif dan BPJS saat ini, sehingga bisa memberikan perlindungan ketika kami bekerja," paparnya.

Pria yang sudah menjadi kusir dokar selama 9 tahun ini siap memberikan pelayanan prima kepada para wisatawan. Mereka pun bisa menaiki dokarnya secara gratis sesuai hari dan jam yang sudah ditentukan.

Loading...

"Wisatawan tidak perlu membayar bila ingin naik dokar. Kami sudah sepakat bila naik pukul 08.00 hingga 11.00 WIB pada Senin-Jumat, gratis. Pengunjung bisa naik dokar dengan rute sekitar 2 kilometer melalui jalan yang ada di sekitaran Alun-alun Batu," tutupnya.

Loading...