Pixel Code jatimnow.com

Nikmatnya American Breakfast Buatan Pedagang Kaki Lima di Kota Madiun

Editor : Arina Pramudita Reporter : Mita Kusuma
American breakfast ala Dwi Suprapto di Kota Madiun. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
American breakfast ala Dwi Suprapto di Kota Madiun. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Madiun - Merasakan sarapan ala negeri Paman Sam buatan warga Madiun langsung di Kota Madiun, bisa banget. Koki jebolan salah satu hotel bintang 5 di Yogyakarta, Dwi Suprapto penggagasnya.

Pria 32 tahun itu membuat kedai street food dengan olahan menu khas barat, seperti omelet, sandwich dan salad. Namun, pengunjung wajib datang sebelum jam 10.00 WIB karena pasti akan kehabisan.

Kedai sederhana milik Dwi, tak pernah sepi pengunjung, apalagi saat weekend. Pengunjung pun harus rela antri 30 menit untuk seporsi besar omelet, hanya dibanderol Rp15 ribu.

Banner Morula IVF Landscape

Uniknya, meski sajiannya berkelas bintang 5, pembeli bisa menikmatinya dengan duduk santai di atas tikar. Saat berjualan, Dwi dibantu dua karyawan yang siap menyajikan menu ala bule.

Dwi tampak cekatan memadu aneka bahan pembuat omelet, seperti kentang, sosis dan telur. Tak lama, ia memanggang roti sebagai pelengkapnya. Dalam sekejap, 8 porsi omelet siap dihidangkan.

Dwi menjelaskan, ide bisnis menarik ini bermula karena ia ingin dekat dengan keluarga. Ia pun memutar otak agar tetap bisa berkarya meski pulang kampung ke Madiun.

"Saya pulang itu bingung mau buat apa. Ketemu teman lama yang jual America breakfast tapi di kafe. Karena ndak punya modal akhirnya memilih berjualan seperti saat ini," ujarnya, Minggu (24/2/2022).

Meski kini berhasil menarik perhatian penyuka kuliner di Kota Madiun, bukan berarti Dwi tak bersusah payah di awal. Ia harus memperkenalkan omelet pada warga Madiun, yang sebelumnya mengira kudapan ini terbuat dari mie instan dicampur telur.

Usaha yang dibangunnya sejak 2016 ini, kini ternama di kalangan ASN maupun pensiunan Pemkot Madiun yang menginap di hotel untuk mengikuti pelatihan.

"Pelanggan itulah yang menjadi alat promosi mulut ke mulut. Buka 2016, masyarakat tahu justru saat pandemi Covid-19," tambahnya.

Dwi Suprapto meramu bahan untuk omelet rasa bintang 5 di lapak miliknya.Dwi Suprapto meramu bahan untuk omelet rasa bintang 5 di lapak miliknya.

Semula, omelet buatannya dihargai Rp5-7 ribu tergantung berapa telur ayam yang dipakai. Hingga kemudian harga semua bahan dasar pembuatan menu kaya gizi ini naik, harga pun disesuaikan saat pandemi melanda Indonesia. Sedangkan untuk sandwich dan salad, dibanderol Rp12 ribu.

"Ya sehari bisa 200 porsi. Antriannya kalau Sabtu Minggu memang 30 menitan," tambahnya.

Dalam sehari, ia bisa menghabiskan 16 kilogram telur ayam dan 200 buah kentang. Bahan baku yang digunakan Dwi, dipastikan bukan yang murahan. Sebagai koki berkelas, ia menyajikan menunya dengan kualitas terbaik.

Karena kedainya ramai peminat, ia pun membuat 50 porsi omelet di awal sebelum membuka lapak.

"Gimana, sampai lapak yang antri sudah 20 orang. Bayangkan saja misal 1 orang beli 2 sudah 40 porsi," urainya sembari tertawa.

Loading...

Dalam sehari, Dwi bisa mengantongi Rp3 juta, dari modal pembuatan gerobak Rp5 juta.

Aretha Khairunnisa, pelanggan menu American breakfast di kedai Dwi, mengaku ketagihan menikmati sarapan ala bule. Bahkan untuk menikmati masakan racikan Dwi, ia rela datang jauh-jauh dari Kabupaten Ponorogo.

"Dulu sih awalnya nyoba, kok enak. Ya ketagihan. Akhirnya setiap bulan sekali atau dua pekan sekali ke sini," akunya.

Tetarik mencoba American breakfast ala kaki lima di Kota Madiun? Datang saja ke Lapangan Gulun Kota Madiun mulai jam 07.00 WIB. 

Loading...