Pixel Code jatimnow.com

DPRD Ponorogo Soroti Kedisiplinan Guru ASN di Daerah Pinggiran

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Mita Kusuma
Anggota Komisi D DPRD Ponorogo saat hearing dengan Dindik Ponorogo.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Anggota Komisi D DPRD Ponorogo saat hearing dengan Dindik Ponorogo.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Sejumlah guru Sekolah Dasar (SD) berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Ponogoro diketahui sering datang terlambat. Hal itu turut mendapat sorotan dari anggota DPRD. "Saya minta kedisiplinan guru di daerah-daerah pinggir atau di luar Kecamatan Ponorogo kota, " ujar Sekretatis Komisi D DPRD Ponorogo Relelyanda Solekha Wijayanti, Kamis (10/3/2022).

Legislator yang akrab disapa Lely itu mengatakan, SD Negeri harus bisa berkompentensi dengan sekolah swasta. Dengan begitu, SD negeri banyak peminatnya. "Banyak sekolah negeri yang muridnya sedikit karena tidak memberikan layanan yang diharapkan orang tua zaman sekarang, " terang anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan.

Anggota Komisi D DPRD Ponorogo lainnya, Puryono juga menyoroti hal sama. Banyak sekolah negeri yang mengalami berkurangnya sides. "Kurang ada displin dari guru yang kami sorot. Padahal sekolah negeri itu dibiayai negara, " jelas Puryono.

Banner Morula IVF Landscape

Pengelola sekolah, baik kepala sekolah maupun guru, harus bertanggung jawab kepada rakyat. "Uang yang dipakai gaji dan fasilitas sekolah uang rakyat lo," tegasnya.

Puryono menegaskan, displin guru di daerah pinggiran menjadi pekerjaan rumah (PR) Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Nurhadi Dahuri. Pasalnya, baru 1 Maret 2022 menduduki kursi nomor satu di Dindik. "Ya harus ada gebrakan. Ini adalah PR. Masalah klasik yang baru terkuak di media, " pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, akibat guru yang datang terlambat, SDN Bringinan jadi perbincangan di media sosial. Puluhan siswa harus menunggu guru-guru yang semula dijadwalkan masuk pukul 07.00 WIB. Namun molor hingga pukul 08.00 WIB.

Loading...
Loading...