Pixel Code jatimnow.com

Wow! Ikan Pari Kikir Terekam Wisman asal Jerman di Pantai Selayar, Bawean

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Sahlul Fahmi
Ikan Pari Kikir di Perairan Pantai Selayar Pulau Bawean (Foto: Tangkapan layar video Martin Willi Fallebacher)
Ikan Pari Kikir di Perairan Pantai Selayar Pulau Bawean (Foto: Tangkapan layar video Martin Willi Fallebacher)

Gresik - Ikan Pari Kikir atau Pari Kekeh yang populasinya dikabarkan sudah kritis, terekam kamera wisatawan mancanegara (wisman) asal Jerman Martin Willi Fallebacher di Pantai Selayar, Desa Sungairujing, Pulau Bawean, Gresik.

Martin yang saat itu tengah melakukan snorkeling di sekitar Pantai Lalajer, sebutan lain Pantai Selayar secara tidak sengaja melihat seekor ikan Pari Kikir di kedalaman 1,2 meter.

Menurut Buang Sari, pemandu wisata yang mengantar Martin snorkling, ikan pari kikir tersebut terlihat di perairan dangkal sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa (15/3/2022).

"Kalau panjangnya sekitar satu meter. Ikan ini sudah jarang ditemui nelayan Bawean. Beruntung Martin bisa bertemu dan melihat secara langsung, ia bahkan sempat mengabadikannya. Martin sangat senang, karena dia juga baru pertama kali melihat ikan pari jenis ini," ujar Sari, Rabu (16/3/2022).

Berdasarkan informasi di www.kkp.go.id, ikan Pari Kikir atau Glaucostegus Typus ini umumnya memiliki panjang sekitar 2,7 meter dengan tubuh datar serta mampu beradaptasi sempurna dengan kehidupan laut.

Namun, pertumbuhan ikan pari jenis ini dikenal lambat, begitu pula dengan kematangan kelaminnya. Karena itu jenis ikan pari ini reproduksi rendah. Populasinya tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat, India ke Australia dan Taiwan.

Menyikapi penemuan ini, Konservasi Bawean mengusulkan perlunya pemetaan lebih lanjut mengenai kemunculan Ikan Pari Kikir di pulau yang juga dijuluki Pulau Putri itu.

Kabid Pengembangan Sumber Daya Laut Perkumpulan Konservasi Bawean, Abdul Saddam Mujib menuturkan, kemunculan Pari Kikir di Perairan Pantai Selayar Bawean cukup menarik.

"Karena jenis ikan ini sudah jarang ditemui atau sudah langka maka harus dijaga dan dilestarikan keberadaanya," ucap Saddam.

Dia juga mengungkapkan langkanya ikan Pari Kikir karena kerap diburu untuk kemudian diperdagangkan. Sebab siripnya mempunyai nilai ekonomi tinggi baik di pasar nasional maupun internasional.

"Meski jenis ikan pari ini belum ditetapkan satwa yang dilindungi di Indonesia, tapi polusasinya sangat rentan terhadap penurunan jika ditangkap secara berlebihan," ujarnya.

Dikutip dari website Mongabay.co.id, Pari Kikir merupakan spesies yang hidup di dasar perairan dengan habitat pesisir yang membuatnya lebih mudah ditangkap. Sebagai gambaran, populasi ikan Pari Kikir di Perairan Meditarenia hingga Samudera Hindia mengalami penurunan hingga 50 persen.