Pixel Code jatimnow.com

Pengusaha Mining di Jombang Beri Edukasi Masyarakat Soal Cryptocurrency

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Elok Aprianto
Adik Feris Febrianto saat memberikan penjelasan pada peserta gathering cryptocurrency mining di Jombang (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Adik Feris Febrianto saat memberikan penjelasan pada peserta gathering cryptocurrency mining di Jombang (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Carut marutnya informasi di kalangan masyarakat terkait dunia cryptocurrency, membuat sekelompok pemuda di Kabupaten Jombang tergerak.

Mereka yang tergabung dalam Komunitas solomonmining mencoba mengedukasi masyarakat melalui gathering, tentang dunia crytocurrency mining.

Salah satu pengusaha mining asal Jombang, Andik Feris Febrianto (32) mengatakan, tujuan diadakan kegiatan gathering mining ini, diharapkan bisa memberi pencerahan atau wawasan kepada masyarakat, sehingga bisa membedakan trading maupun mining.

Banner Morula IVF Landscape

"Kami ingin mengenalkan dunia cryptocurrensy ke orang banyak, agar tidak salah paham. Biar mereka gak mengira ini investasi atau apa. Namun dunia mining itu, tidak sama dengan trading," terang Feris, Minggu (20/3/2022).

Feris menyebut, dalam gathering ini, ada pembicara terkait materi fundamental mining dan fundamental crytocurrency.

Gathering ini juga dilakukan menyusul meningkatnya minat masyarakat di Jombang dan Jawa Timur terhadap mining.

"Yang udah register ini ada dari Probolinggo, ada juga dari Kediri. Dan untuk yang dari Makassar belum tahu jadi datang apa tidak," paparnya.

Adik Feris Febrianto saat memberikan penjelasan pada peserta gathering cryptocurrency mining di JombangAdik Feris Febrianto saat memberikan penjelasan pada peserta gathering cryptocurrency mining di Jombang

Ditanya soal target secara pribadi, Feris mengaku ia hanya ingin sekadar memberikan pemahaman pada masyarakat luas tentang dunia crytocurrency.

"Dunia cryptocurrency ini juga bisa menghasilkan cuan," tegas dia.

Feris menjelaskan, untuk trading resikonya sangat tinggi. Sedangkan cryptocurrency mining ini bisa dikatakan nol resiko. Sehingga diharapkan masyarakat bisa lebih bijak untuk mengolah keuangannya.

"Kami ingin memberi tahu, jika deposito bank itu tidak worth it untuk masyarakat. Karena bunganya 5 sampai 8 persen. Sedangkan dalam mining ini, keuntungan per tahun ini bisa 60 sampai 120 persen," bebernya.

Untuk alat mining ini, sambung Feris, masyarakat hanya diharuskan merogoh kocek sekitar Rp 10.200.000.

"Jadi ibaratnya kita ini membeli sawah, lalu kita sewakan sawahnya. Dan kita akan mendapatkan biaya sewa sawah tadi dari orang-orang di seluruh dunia," ulas dia.

Sementara Zaky Muhammad Murtado (24), warga asal Kota Probolinggo mengaku tertarik dengan cryptocurrency mining. Dia ingin membuat mining rig sendiri.

"Bisa dianggap masih pemula. Tapi saya pingin punya mesin rakitan sendiri, kalau habis ikut edukasi ini," paparnya.

Dia menambahkan, saat ini zaman sudah memasuki era digitalisasi, sehingga meng-upgrade kemampuan di bidang digital sangat penting. Untuk itu dia ingin menggeluti bisnis cryptocurrency mining.

"Kita harus mengikuti perkembangan zaman. Jika tidak, kita akan tertinggal," ucap Zaky.

Selain itu, Zaky juga ingin menambah penghasilan dari usaha sampingan cryptocurrency mining itu.

Loading...

Informasi tentang cryptocurrency mining itu diperoleh Zaky dari temannya di Probolinggo yang sudah terjun ke dunia itu sebelumnya. Namun saat ini temannya sudah hidup dan tinggal di Jombang.

"Kalau di Probolinggo belum ada komunitasnya. Kalau pemain cryptonya sudah ada sejak dulu," ujar Zaky.

Untuk diketahui, gathering komunitas mining yang daiadakan Komunitas Solomonmining ini diikuti 50 peserta dari berbagai wilayah di Jombang maupun luar Jombang.

 

Loading...