Pixel Code jatimnow.com

MenPAN RB Tjahjo Kumolo Ingatkan 4 Ancaman ASN dari Terorisme hingga Korupsi

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Achmad Supriyadi
Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo saat sambutan. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo saat sambutan. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Mojokerto - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengingatkan agar aparatur sipil negara (ASN) tidak terpengaruh dari aksi radikalisme atau terorisme, Narkoba, korupsi dan cepat tanggap bencana alam.

Tjahjo Kumolo mengatakan, setiap tahun banyak ASN yang terekrut atau terafiliasi terorisme. Ancaman masalah terorisme bukan tanggung jawab TNI Polri saja namun juga ASN.

"Ini ancaman, ASN kita mulai banyak secara tidak langsung terekrut atau merekrutkan diri atau menjadi bagian terorisme. Saya harap ibu Wali Kota Mojokerto dan Forkopimda harus tegas kalau ada ASN yang tertangkap menjadi pelaku teror langsung berhentikan dengan tidak hormat," kata Tjahjo Kumolo saat peresmian MPP Gajah Mada Kota Mojokerto, Selasa (22/3/2022).

"Sudahlah urusan Pancasila, NKRI, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika sudah selesai. Tegak lurus, ASN harus ikut TNI-Polri, ini adalah ancaman negara kita setalah 75 tahun kemerdekaan," imbuh Tjahjo.

Menurut Tjahjo, oknum ASN yang tertangkap oleh Densus di Tangerang sudah beberapa tahun telah diidentifikasi.

"Seperti oknum ASN di Tangerang kemarin. Oknum ASN 10 tahun terdeteksi, oknum ASN yang dokter kemarin puluhan tahun baru terdeteksi," ungkapnya.

Baca juga:
Onde-onde dan Alas Kaki Asal Kota Mojokerto Laris Manis di Indonesia City Expo

Ancaman ASN kedua, lanjut Tjahjo, yakni Narkoba. Ia meminta kepada pemimpin daerah, kalau ditemukan ada ASN yang menggunakan Narkoba langsung di rehabilitasi.

"Kalau ada ASN yang menggunakan Narkoba langsung non-job-kan dan rehabilitasi koordinasi dengan BNN. Kalau ASN pengguna dan pengedar terbukti hasilnya langsung berhentikan dengan tidak hormat," paparnya.

Ancaman ketiga untuk ASN korupsi. Ia meminta agar ASN hati-hati dengan perencanaan anggaran pembangunan, dana Bansos, hibah, retribusi, pajak, dana desa karena itu area rawan korupsi.

Baca juga:
Uniknya Lomba Agustusan yang Digelar Diskopukmperindag Kota Mojokerto

"Tolong Kajari, Pak Kapolres tindak tegas kalau ada penyimpanan penggunaan anggaran, proyek," pintanya.

"Ancaman yang keempat yakni bencana alam, hati-hati bisa setiap menit, banjir bandang, gempa bumi, tanah longsor, gunung meletus, tsunami ini perlu kegotongroyongan kecepatan seluruh aparat pemerintah termasuk TNI-Polri, tokoh masyarakat," pungkasnya.