Pixel Code jatimnow.com

Saluran Air Berbau Tak Sedap di Mojongapit Jombang Dikeluhkan Warga

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Elok Aprianto
Saluran air yang berada di sekitar Jalan Gatot Subroto, Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, yang kondisi airnya keruh dan mengeluarkan bau tak sedap (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Saluran air yang berada di sekitar Jalan Gatot Subroto, Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, yang kondisi airnya keruh dan mengeluarkan bau tak sedap (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Saluran air yang berada di Jalan Gatot Subroto tepatnya di Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang dikeluhkan warga sekitar.

Pasalnya saluran air tersebut dipenuhi sampah dan menimbulkan bau tak sedap. Warga menduga air saluran tersebut tercampur limbah produksi.

Warga Desa Mojongapit, Wibowo (39) menyebut, aroma tidak sedap memang seringkali muncul di saluran itu.

Banner Morula IVF Landscape

"Kemungkinan itu sudah tercemar limbah. Karena kalau lewat situ selalu tercium bau tak enak. Arahnya dari selatan," ujar Wibowo, Rabu (23/3/2022).

Dikatakan Wibowo, selain ada bau tak sedap, air pada saluran itu juga berwarna coklat.

"Airnya juga sangat keruh sekali," terang dia.

Wibowo mengaku kondisi ini sudah terjadi sejak lama. Dia berharap ada perhatian dari pihak terkait.

"Itu sudah lama. Tapi kadang bau terkadang ya tidak," tukasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Agus (45) warga setempat. Agus menjelaskan jika kondisi ini sudah berlangsung lama. Dan belum ada perhatian dari pemerintah setempat.

"Ya sudah lama, belum ada perhatian dari dinas terkait," ungkap Agus.

Agus berharap, agar pemerintah melalui dinas terkait, untuk bisa menangani persoalan tersebut.

"Semoga aja segera diatasi sama pemerintah mas," pungkas Agus.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang, Miftahul Ulum mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pengecekan ke lokasi.

Loading...

"Kita akan segera terjunkan tim untuk melihat kondisi saluran air," bebernya.

Ulum menegaskan bahwa tim dari DLH akan mengambil sampel air, untuk mengetahui ambang batas tercemarnya saluran air tersebut.

"Kalau memang pencemaran sudah melebihi ambang batas, tentu kami akan berikan sanksi tegas," tukas Ulum.

Loading...