Pixel Code jatimnow.com

Keren! Gamers Kota Batu Berprestasi di Tingkat Asia Tenggara

Editor : Arina Pramudita Reporter : Galih Rakasiwi
Apresiasi dari Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko kepada para gamers usai menjuarai kompetisi tingkat Asia Tenggara. (Foto: AVGI Kota Batu/jatimnow.com)
Apresiasi dari Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko kepada para gamers usai menjuarai kompetisi tingkat Asia Tenggara. (Foto: AVGI Kota Batu/jatimnow.com)

Batu - Istilah esport tak asing lagi di Indonesia, bahkan saking banyaknya peminat, kompetisi olahraga elektronik ini tak pernah sepi pendaftar.

Saat ini, sengaja dibentuk Asosiasi Video Games Indonesia (AVGI) yang dinaungi KONI, sekaligus sebagai cabang olahraga (Cabor) di Kota Batu.

AVGI Kota Batu menjadi satu-satunya pengurusan di tingkat kota/kabupaten di Jatim yang mampu menjalankan program atau event secara berkelanjutan. Dengan harapan mampu menumbuhkan atlet esport dari Kota Batu yang berprestasi secara nasional hingga internasional. Terbaru, AVGI Kota Batu menyabet gelar juara PVP Esports Corporate Championship tingkat Asia Tenggara untuk game online PUBG (Player Unknown's Battleground) 2021.

Banner Morula IVF Landscape

Prestasi AVGI patut diacungi jempol, mengingat usianya yang masih muda namun telah mewadahi calon atlet esport berprestasi.

"Selama ini dari AVGI Kota Batu telah memiliki delapan program yang sifatnya game kompetisi sejak diresmikan 19 Agustus tahun 2020 lalu. Program yang dijalankan secara berkelanjutan ini kami harapkan mampu mencetak calon atlet Esports di Indonesia," ujar Sekretaris AVGI Kota Batu, Herdian Bayu, Minggu (3/4/2022).

Terlebih, hampir satu tahun ini berbagai kompetisi telah dilakukan. Mulai dari Piala Wali Kota Batu hingga event gebyar merdeka milenial setiap bulan Agustus. Dalam pelaksanaannya, kompetisi game yang dipertandingkan meliputi PES, Fifa, Teken, Mobile Legends, hingga PUBG.

"Alhamdulillah dari program yang kami jalankan telah banyak prestasi yang diraih. Tahun lalu anggota kami yang tergabung dalam HZL Legion mampu juara PVP Esports Corporate Championship tingkat Asia Tenggara. Meski diketahui bahwa mereka belum menjadi atlet Esports, tapi mereka sudah menyandang sebagai dedicated player," bebernya.

Karena mereka sudah menjadi juara di tingkat Asia Tenggara. Tentu menjadi kebanggan baik bukan hanya bagi AVGI, tapi juga bagi Kota Batu dan pemerintah daerah.

"Karena itu setiap tahunnya, termasuk tahun ini kami juga akan menggelar kompetisi Gebyar Merdeka Milenial. Dalam pelaksanaannya berlangsung selama sebulan penuh dan baru berakhir awal November ini," paparnya.

Ketua AVGI Kota Batu, Alfi Nurhidayat menambahkan, dirinya berharap dengan kegiatan berkelanjutan yang dilakukan oleh AVGI Kota Batu, agar bisa menelurkan calon atlet esport dari Kota Batu menuju pentas dunia dan untuk menuju ekonomi digital.

"Ke depan pastinya bagaimana pembangunan ekonomi kreatif dan digital menjadi bagian dari pembangunan ekonomi di Kota Batu. Saya berharap, nantinya ada kontribusi dari ekosistem esport ini pada perekonomian digital kita di Kota Batu ini. Esport harus berperan dalam pengembangan ekonomi kreatif anak-anak muda KWB," jelasnya.

Kepala DPUPR Kota Batu ini juga berharap AVGI Kota Batu bisa bersinergi dalam program dan visi misi Wali Kota Batu. Sehingga tak hanya melahirkan atlet cabor Esports, tapi juga menciptakan sports tourism atau acara yang mengkombinasikan olahraga sekaligus bertujuan mempromosikan pariwisata suatu daerah.

Sementara itu, Lutfi Alawy, tim esport asal Kota Batu HZL Legion yang pernah meraih juara tingkat Asia Tenggara tahun 2020, melalui kompetisi PVP Esports Corporate Championship bersama Reynaldi Vantio Pranata, Zidan Iqbal Arasy dan Andy Noverel Putra Ansreansyah, menceritakan awal terbentuknya HZL Legion.

Mereka baru saling mengenal pada akhir Desember 2019 sebagai teman kerja di salah satu warung makan di Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu.

"Kami mulai dekat dan PUBG bersama saat istirahat kerja. Kemudian berlanjut dan memutuskan untuk coba-coba mengikuti sebuah kompetisi lokal. Bahkan saat ikut kompetisi PUBG Offline di Kota Blitar petama kalinya Januari tahun 2020 meraih Juara 1," kenangnya.

Selama tahun 2020 dari sekitar 20 turnamen PUBG baik online maupun offline yang mereka ikuti, 13 kompetisi di antaranya mendapatkan juara 1. Hingga akhirnya mereka mengikuti kompetisi PVP Esports Corporate Championship tingkat Asia Tenggara dan menjadi juara umum.

Karena tingkat Asia Tenggara, peserta berasal tim-tim besar berbagai negara lainnya. Di antaranya Thailand, Singapura, Malaysia hingga Filipina. Bahkan mereka juga mengalahkan tim-tim besar dari Indonesia yang sudah memiliki track record nasional yang baik seperti RMS E-Sport asal Jakarta dan E-Sport asal Sumatera.

Loading...

"Untuk bisa jadi juara, kami harus melawan 100 tim dari Indonesia terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan melawan 16 tim dari berbagai negara. Kunci kemenangan saat itu adalah bermain santai tanpa beban mental yang tinggi. Serta harus aggresive dan memiliki chemistry dalam satu tim," paparnya.

Kini nama HZL Legion sudah menjadi sejarah. Pasalnya dari empat orang yang ada dalam tim, yang masih aktif tinggal Lutfi Alawy dan Reynaldi Vantio.

Sekarang Lutfi dan Reynaldi telah membentuk tim baru bernama Undecals Rage. Ada dua anggota baru yang bergabung, yakni M Ryan dan Irsandy. Terbaru, mereka menjuarai turnamen antar komunitas bulan Oktober lalu di Preston, Kota Malang serta menjuarai turnamen di Kediri.

"Kami berharap di Kota Batu agar esport bisa segera menjadi cabor di bawah naungan KONI Kota Batu. Dengan begitu para player berbakat dan berprestasi bisa memiliki wadah dan kepastian untuk bisa memberi support dan player bisa menjadi pemain yang membanggakan baik bagi Kota Batu dan Indonesia,"tutupnya.

Loading...