Pixel Code jatimnow.com

Sidak Takjil, Dinkes Tulungagung Temukan Makanan Mengandung Zat Berbahaya

Editor : Arina Pramudita Reporter : Bramanta Pamungkas
Petugas menunjukkan temuan zat berbahaya di makanan. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas menunjukkan temuan zat berbahaya di makanan. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Dinas Kesehatan Tulungagung menggelar sidak makanan dan minuman takjil yang biasa dijual di pinggir jalan. Dalam sidak ini mereka menemukan sejumlah makanan dan minuman yang terbukti mengandung zat berbahaya seperti Rhodamin B dan boraks.

Dalam sidak, petugas mengambil sampel secara acak dari beberapa penjual makanan di seluruh wilayah di Kabupaten Tulungagung. Puskesmas dilibatkan dalam pengambilan sampel makanan tersebut.

Kasi Farmasi dan Perbekalan Dinas Kesehatan Tulungagung, Masduki menjelaskan, sidak ini dilakukan untuk memastikan makanan dan minuman takjil yang dijual bebas dari kandungan zat berbahaya. Total sampel yang diteliti sebanyak 104 buah. Hasilnya ditemukan 4 sampel makanan yang mengandung zat berbahaya.

Banner Morula IVF Landscape

"Sebanyak 3 sampel mengandung rhodamin dan 1 sampel mengandung boraks," ujarnya, Jumat (8/4/2022).

Untuk zat rhodamin ditemukan dalam sampel kerupuk goreng pasir, kerupuk ketela dan minuman sirup. Sedangkan makanan mengandung boraks ditemukan pada sampel kerupuk puli. Petugas kemudian melakukan penelusuran asal makanan tersebut. Beberapa di antaranya merupakan produk dari luar kota.

"Ini tadi kita lakukan penelusuran ada beberapa produk yang berasal dari luar kota," tuturnya.

Sebagai tindak lanjut, mereka akan mengirim sampel yang mengandung zat berbahaya tersebut ke laboratorium di Surabaya untuk mengetahui kandungan lebih jelasnya. Jika hasil uji laboratorium menegaskan makanan mengandung zat berbahaya, mereka akan melakukan sosialisasi disertai dengan penarikan produk dari pasaran. Hal ini dikarenakan kandungan zat tersebut berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia.

Loading...

"Boraks, rhodamin B serta formalin sangat berbahaya jika dikonsumsi manusia, tadi kita masih menguji dengan alat kami, untuk memastikan akan kita kirim sampel ke Surabaya" pungkasnya.

Loading...