Pixel Code jatimnow.com

Mahasiswa di Jombang Turun ke Jalan, Tolak Jokowi 3 Periode Hingga Kenaikan BBM

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Elok Aprianto
Masa aksi dari kalangan mahasiswa saat menyampaikan aspirasi di depan Kantor DPRD Jombang.(Foto: Elok Aprianto)
Masa aksi dari kalangan mahasiswa saat menyampaikan aspirasi di depan Kantor DPRD Jombang.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Puluhan mahasiswa dari 15 kampus di Jombang turun ke jalan. Mereka menolak wacana pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama 3 periode. Unjuk rasa mahasiswa berlangsung di depan Kantor DPRD Jombang. Mahasiswa juga menyuarakan sejumlah permasalahan yang dihadapi bangsa. Termasuk naiknya harga BBM.

Salah satu perwakilan mahasiswa STIT UW M Zarozi mengatakan, ada tiga poin penting yang menjadi tuntutan mahasiswa di Jombang. Pertama, menolak wacana penundaan pemilu. Kedua, kenaikan harga BBM. Ketiga, PPN yang disahkan mulai 1 April.

Wacana presiden 3 periode sudah diketahui seluruh masyarakat. Bahkan Presiden Jokowi turut merespons. Namun yang disayangkan mahasiswa adalah kenapa para menteri tidak merespons hal tersebut.

Banner Morula IVF Landscape

“Kami sadar bahwa para menteri tidak merespons atas teguran dari presiden. Buktinya wacana itu masih terus berlanjut,” bebernya.

Kondisi diperparah dengan permainan partai yang seolah-olah mengamini wacana presiden tiga periode.

“Mereka memainkan atas nama partai politik, jika partai politik setuju apa boleh buat, makanya temen-temen mahasiswa bergerak,” paparnya.

Selanjutnya permasalahan BBM. Sejak adanya kelangkaan hingga naiknya harga BBM, belum ada respons dari menteri terkait. Meskipun sang menteri sudah mendapat teguran dari presiden.

“Walaupun kemarin sudah ditegur, tetapi nyatanya BBM kan tetap naik. Ini yang kami tuntut sekarang. Keadilan-keadilan seperti ini, kebijakan-kebijakan dimutilasi ini merugikan rakyat sendiri,” pungkasnya.

Usai menyuarakan aspirasinya selama 30 menit lebih, akhirnya Ketua DPRD Jombang Mas'ud Zuremi menemui puluhan mahasiswa. Ia mengatakan, pihaknya menerima aspirasi dari kalangan mahasiswa. Selanjutnya akan disampaikan ke DPR RI.

“Mananggapi tuntutan mahasiswa, saya selaku Ketua DPRD Jombang dan seluruh anggota DPRD Jombang, sepakat menolak penundaan pemilu 2024. Kami dari DPRD dari berbagai partai politik akan menyampaikan kepada level di atas kami,” ungkap Masud.

Loading...

Usai menyampaikan aspirasinya, mahasiswa kembali membubarkan diri. Mereka menuju titik kumpul di Ringincontong Jombang.

Loading...