Pixel Code jatimnow.com

Survei IPN: Elektabilitas Prabowo Meroket di Atas 50 Persen

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Ni'am Kurniawan
Data hasil survei IPN tentang elektabilitas Calon Presiden 2024.
Data hasil survei IPN tentang elektabilitas Calon Presiden 2024.

jatimnow.com - Indikator Publik Nasional (IPN) merilis hasil surveinya tentang elektabilitas calon dalam Pilpres 2024. Hasilnya, elektabilitas Ketua Umum (Ketum) Gerindra Prabowo Subianto terbukti paling tinggi dari pada calon yang lain. Bahkan kian meroket hingga lebih dari 50 persen.

"Hasilnya menemukan bahwa bila Pilpres dilaksanakan saat ini bila Prabowo berhadapan dengan Ganjar, Anies, AHY, dan Puan maka elektabilitasnya berada di atas 50 persen bahkan tembus 60 persen saat berhadapan dengan Airlangga. Sementara capres lainnya hanya berada di bawah 50 persen saja," ujar peneliti senior IPN Ike Sihotang, Rabu (27/4/2022).

Temuan survei menunjukkan Prabowo masih menempati posisi pertama dalam pertanyaan tertutup tentang elektabilitas yang menampilkan 21 nama calon Presiden. Prabowo memperoleh 26,9 persen disusul kemudian oleh Ganjar 16,8 persen dan Anies 14,3 persen secara bergantian pada posisi kedua dan ketiga.

Banner Morula IVF Landscape

Kecenderungan tiga besar ini telah terlihat dari deretan survei yang telah digelar sejak 2021 oleh banyak lembaga survei, dimana posisi pertama masih ditempati Prabowo bahkan semakin menguat dan menunjukkan tren akan tembus 30 persen.

"Bertahannya nama Prabowo di puncak elektabilitas ini dapat dipahami karena Ketua Umum Gerindra ini telah tampil berkali-kali dalam kontestasi nasional dan merupakan pesaing terberat Joko Widodo dalam Pemilu 2014 dan 2019 yang lalu," imbuh Ike.

Disamping dukungan parpol yang solid, Prabowo juga telah memiliki basis pemilih yang kuat dan terus memilihnya dalam setiap kompetisi pilpres. Disamping itu prestasi kinerja dan dukungannya yang kuat terhadap program-program pertahanan Jokowi berikut kepercayaan yang diraihnya dari Jokowi juga menjadi daya tarik pemilih Jokowi berbelok kepadanya.

Ike menambahkan, untuk elektabilitas partai politik, PDIP masih memimpin dengan perolehan 21,2 persen. Gerindra juga 19,8 persen dan berpotensi kuat menyusul PDIP. Sebagai partai pemenang pemilu 2 kali, PDIP masih mampu mempertahankan tahtanya untuk sementara waktu. Bahkan, terjadi peningkatan bila dibandingkan dengan perolehan hasil Pemilu 2019.

Namun seiring berjalannya waktu, posisinya itu bisa saja direbut Gerindra, menyusul selisih elektabilitas yang semakin kecil dengan PDIP. Kecenderungan lain juga terlihat dimana elektabilitas parpol pro pendukung penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden bergeser peringkatnya dan menurun elektabilitasnya.

Loading...

"Golkar yang selalu berada di posisi ke-3 telah digeser Demokrat. Demikian juga PKB dan PAN terpental cukup jauh perolehannya dibawah Nasdem, PKS dan PPP," tandasnya.

Loading...