Pixel Code jatimnow.com

Keajaiban Surat Yasin dalam Proses Pembangunan Masjid Cheng Ho Malang

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Rizal Adhi Pratama
Masjid Muhammad Cheng Ho di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. (Foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)
Masjid Muhammad Cheng Ho di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. (Foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)

Malang - Kalau kita melintasi Jalur Lintas Selatan (JLS) tepatnya di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang maka akan menemukan sebuah masjid unik yang didominasi warna merah dengan arsitektur Cina. Ia adalah Masjid Cheng Ho pertama dan satu-satunya di Malang Raya.

Memang benar, masjid ini adalah bagian dari Masjid Cheng Ho yang berada di Pandaan dan Surabaya.

Takmir Masjid Cheng Ho Malang, Nur Shodiq, mengisahkan jika sebenarnya dulu ini adalah masjid reot yang didirikan dengan material seadanya.

Banner Morula IVF Landscape

"Saat pertama kali didirikan itu pada 2014 namanya masih Masjid Al-Mushodiqun. Dan yang mendirikan waktu itu ada 4 orang termasuk saya dengan modal 3 juta rupiah," terangnya saat dikonfirmasi pada Rabu (4/5/2022).

Sayangnya salah satu kawan Shodiq berhenti di tengah jalan sehingga terpaksa membeli material seadanya untuk mendirikan masjid yang letaknya di sebelah pintu masuk Pantai Goa China ini.

"Untungnya tiba-tiba ada dermawan pedagang ikan bernama Supri waktu itu mau memberikan donasi Rp7 juta. Sehingga bisa dibuat untuk membeli rangka besi," paparnya.

"Padahal waktu itu tidak ada rencana memasang rangka besi, jadi pikir saya dindingnya kayu saja seadanya," sambungnya.

Belum selesai masalah dana pembangunan, datang komplain dari pihak Perhutani selaku pemilik lahan.

"Perhutani komplain karena saya membuat bangunan permanen, karena kata mereka kalau semi permanen tidak masalah," ungkapnya.

Shodiq lalu menceritakan, selama permasalahan itu ia mengajak warga untuk bersama-sama membaca surat Yasin.

"Alhamdulillah tiba-tiba kita diizinkan untuk mendirikan bangunan permanen," tuturnya sambil tersenyum lebar.

Meski sudah mendapatkan izin, namun masalah dana pembangunan belum sepenuhnya selesai, bahkan sempat tersendat selama 2 tahun. Hal ini membuat nada-nada sumbang dari beberapa pihak yang menyangsikan bangunan masjid ini akan selesai.

"Tapi meskipun begitu, jamaah yang datang malah tambah semakin banyak. Terutama saat Salat Jumat bisa sampai membludak," kenangnya.

Lalu pada tahun 2015 ia mendapatkan donasi dari Habib Sulaeman dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebesar Rp48 juta. Ia membeberkan total ada donasi sebesar Rp68 juta jika digabungkan dengan donasi dari warga dan jamaah.

"Lalu salah satu donatur namanya Pak Supriyono memberi ide untuk mendirikan masjid China yang diberi nama Muhammad Cheng Ho," bebernya terkait nama masjid.

Singkat cerita, para warga dan jamaah yang diajak berunding menyatakan setuju dengan usulan tersebut. Dan dipasanglah nama Muhammad Cheng Ho pada masjid ini.

Loading...

"Saya bahkan menangis karena terharu akhirnya masjid ini bisa selesai pada tahun 2017," ucapnya.

Lalu masjid ini diresmikan langsung oleh perwakilan dari Masjid Cheng Ho Pandaan dan Surabaya. Ia juga mengisahkan bahwa jamaah yang datang sangat ramai sekali.

 

Loading...