Pixel Code jatimnow.com

Dump Truck Seruduk 12 Rumah dan 3 Kendaraan di Pasuruan, Sopir Kritis

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Moch Rois
Dump truck Nopol M 8148 UG menghantam 12 rumah di pinggir jalan raya. (Foto-foto: Satlantas Polres Pasuruan for jatimnow.com)
Dump truck Nopol M 8148 UG menghantam 12 rumah di pinggir jalan raya. (Foto-foto: Satlantas Polres Pasuruan for jatimnow.com)

Pasuruan - Sebuah dump truck Nopol M 8148 UG muatan pasir batu menyeruduk 12 rumah di pinggir jalan raya dan meringsekkan kendaraan Toyota Fortuner, Taft dan truk yang sedang parkir di Desa/Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (18/5/2022) pukul 10.00 WIB.

Akibat kecelakaan ini, 1 orang mengalami luka berat, yakni Supir Dump Truk bernama M Masturi (44), warga Dusun Telaga Nangka, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan.

"Dalam kecelakaan ini tidak ada korban jiwa. Sopir dump truck mengalami luka berat dan saat ini kritis di rumah sakit," jelas Kapolres Pasuruan, AKBP Erick Frendriz.

Erick menerangkan, truk muatan pasir ini melaju dari arah jalan raya Bromo ke Kota Pasuruan. Sesampainya di TKP, sopir kurang hati-hati sehingga tidak bisa menguasai laju kendaraan.

Akibat kendaraan yang mengarah ke kiri tersebut menghantam 12 rumah yang berjajar menghadap jalan raya. Serta meringsekkan 3 kendaraan yang sedang parkir.

Baca juga:
Info Maszeeh! Pasuruan Punya Spot Wisata Olahraga Paralayang di Bukit Sempu

Laju truk baru berhenti ketika terguling melintang di tengah jalan raya Bromo-Kota Pasuruan tersebut.

"Pemicu kecelakaan ini disebabkan faktor human error (kesalahan manusia) sang sopir," ungkapnya.

Erick menegaskan, kesimpulan itu diambil berdasar hasil olah TKP antara polisi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan yang tidak mendapati bekas pengereman dari kendaraan dump truck.

Baca juga:
Tiga Truk Terlibat Kecelakaan di Kejayan Pasuruan, Dua Orang Terluka

Di satu sisi, posisi perseneling kendaraan dump truck masih dalam posisi gigi tiga.

Loading...

"Hipotesa awal Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Pasuruan disebabkan faktor human error. Karena posisi perseneling pada posisi gigi 3. Kemudian tidak ditemukan bekas pengereman," tandasnya.

Loading...