Pixel Code jatimnow.com

Sebut Mobilisasi Kiai Kurang Etis, Anwar Sadad: Gerindra Lebih Memilih Sowan

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Ni'am Kurniawan
Ketua Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad ditemui usai acara halalbihalal dan rapat koordinasi di Kantor DPD (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Ketua Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad ditemui usai acara halalbihalal dan rapat koordinasi di Kantor DPD (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Ketua Partai Gerindra Jawa Timur, Anwar Sadad lebih memilih sowan daripada memobilisasi para kiai dan ulama dalam meminta restu dan dukungan.

"Kalau (mengumpulkan kiai) kesannya kan akhirnya mobilisasi kiai-kiai. Artinya begini, kami inginkan hubungan Partai Gerindra dengan para kiai bersifat alamiah, generik. Tidak dalam bentuk mobilisasi yang kesannya seperti mengarahkan," jelas Sadad, Selasa (24/5/2022).

Menurutnya, pengondisian kiai dan ulama merupakan cara yang kurang etis. Sebagai keluarga Ponpes Sidogiri, Sadad dan seluruh kader Gerindra Jatim akan lebih memilih sowan atau silaturahmi secara langsung, ketimbang mengumpulkan para kiai dalam sebuah forum.

"Dukungan dari para kiai tentu sangat kita harapkan. Tetapi caranya saja yang berbeda. Partai Gerindra lebih memilih untuk sowan kepada kiai-kiai," tambah Wakil Ketua DPRD Jatim itu.

Baca juga:
Jatim Kembali Raih Penghargaan Peringkat Pertama Pembina K3 Terbaik Nasional

Dia sepakat, istilah sowan ke kiai akan menjadi ciri khas Partai Gerindra. Sebagai mata, telinga dan hati masyarakat, sudah sepatutnya partai politik mendapatkan restu dari kiai sebelum melangkah lebih jauh untuk meminta dukungan dari masyarakat.

"Pak Prabowo selalu dan sering mengatakan bahwa kiai itu adalah mata telinga umat. Karena suara umat itu ya ada di kiai. Umat mau konsultasi apapun baik menyangkut masalah agama, keluarga, 'kate mantu ae (mau menikah saja), ngedekno omah ae (mendirikan rumah), itu tanya ke kiai. Apalagi masalah politik, sehingga kami disarankan untuk selalu dekat," papar Sadad.

Baca juga:
PKB Siap Gabung KIB di Pilpres 2024, Muhaimin: Asal Capresnya Saya

Di sisi lain, lanjut Sadad, setiap partai politik tentunya memiliki cara yang berbeda dalam melakukan pendekatan.

Loading...

"Tapi soal cara saja kami berbeda dengan PKB," tandasnya.

Loading...