Pixel Code jatimnow.com

Nyaris Serang Warga, Ular Piton Sepanjang 4 Meter di Jombang Berhasil Ditangkap

Editor : Sofyan Cahyono   Reporter : Elok Aprianto
Warga saat menangkap ular piton sepanjang 4 meter.(Foto: Elok Aprianto)
Warga saat menangkap ular piton sepanjang 4 meter.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Warga Desa Kedawong, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, dihebohkan dengan kemunculan ular piton berukuran besar. Bahkan ular piton kembang sepanjang 4 meter dengan berat 5 kilogram itu nyaris saja menyerang warga yang duduk santai di halaman rumah. Ular kemudian ditangkap warga secara beramai-ramai.

Abdul Wahab (48), salah satu warga setempat mengatakan ular awalnya muncul dari pekerbunan dan mengarah ke jalan kampung. Bahkan, ular piton sempat melilit ke kendaraannya.

“Tiba-tiba dari jalan kemudian naik ke atas motor. Ular itu mau menyerang saya. Itu dari kebun, mungkin," ungkap Wahab pada sejumlah jurnalis, Sabtu (4/6/2022).

Selanjutnya, Wahab meminta bantuan warga dan berusaha menangkap ular piton dengan peralatan seadanya.

Baca juga:
Incar Hewan Ternak Warga Lamongan, Ular 3 Meter Dievakuasi Damkar

"Ya ditangkap beramai-ramai," ucapnya.

Saat ditanya apakah ular itu peliharaan warga, ia mengaku binatang itu muncul dari pekerbunan dan mungkin bukan peliharaan warga.

Baca juga:
Ular Sanca Kembang 4 Meter Gegerkan Warga Jombang

"Kalau ada orang yang pelihara, sepertinya nggak ada. Kalaupun ada, mungkin saya nggak tau juga. Ini baru pertama kali ular muncul," tukasnya.

Kini ular piton masih diamankan warga. Rencananya, ular piton kembang tersebut akan dijual.

Foto: HUT 8 Tahun jatimnow.com
Pojok Jimerto

Foto: HUT 8 Tahun jatimnow.com

Selama delapan tahun, kami juga menjadi lentera di tengah kabut informasi, menuntun pembaca pada logika berfikir dan jalan kebenaran, meski kadang harus menembus riuhnya suara-suara yang bersaing.

Harapan Mereka untuk 8 Tahun jatimnow.com
Peristiwa

Harapan Mereka untuk 8 Tahun jatimnow.com

"Tantangan jatimnow hari ini adalah bagaimana berperang melawan informasi yang tak bisa di pertanggungjawabkan asal-usulnya. Tugas jatimnow disitu," tegas Ketua Fraksi PDIP DPRD Surabaya Budi Leksono.