Pixel Code jatimnow.com

Kantor Khilafatul Muslimin Surabaya Raya Digeledah Polisi

Editor : Arina Pramudita Reporter : Zain Ahmad
Petugas menggeledah Kantor Sekertariat Khilafatul Muslimin Surabaya Raya. (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)
Petugas menggeledah Kantor Sekertariat Khilafatul Muslimin Surabaya Raya. (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)

Surabaya - Petugas gabungan dari Polda Jatim, Polrestabes Surabaya hingga TNI mendatangi Kantor Sekertariat Khilafatul Muslimin Surabaya Raya, Rabu (8/6/2022) sore.

Pantauan di lokasi, petugas gabungan tersebut datang untuk melakukan pengecekan hingga penggeledahan di kantor yang berada di Jalan Gadel Sari Madya I A, Tandes, Surabaya.

Belum diketahui petugas melakukan penggeledahan untuk apa. Namun, dari penggeledehan itu petugas gabungan terlihat mengamankan sejumlah barang bukti.

Informasi yang dihimpun, penggeledahan ini dilakukan menyusul ditangkapnya pimpinan Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja dan sejumlah perwakilan kelompok di berbagai daerah.

Abdul Qadir Hasan Baraja sendiri ditangkap karena diduga masih berkaitan dengan konvoi khilafah di Cawang, Jakarta Timur.

Amir Khilafatul Muslimin Surabaya Raya, Aminuddin Mahmud mengakui bahwa dirinya juga sempat diminta untuk mengklarifikasi hal itu di Mapolda Jatim.

Baca juga:
Lapas Pamekasan Dirazia BNN dan Kumham Jatim, Ini yang Ditemukan

Saat didatangi petugas gabungan, Aminuddin dan pengurus RT-RW setempat juga ikut menyaksikan pada saat proses penggeledahan.

Selain menggeledah kantor sekertariat dan masjid, petugas juga menggeledah bangunan di lantai dua yang berada di belakang masjid dan kantor Khilafatul Muslim Surabaya Raya.

"Ini pengecekan dan penggeledahan," kata salah satu petugas di lokasi.

Baca juga:
Mengaku Tertipu Arisan Bodong, Biduan Dangdut Surabaya Mengadu ke Polda Jatim

Hingga sekarang, proses penggeledahan masih berlangsung. Dan belum ada keterangan resmi daru pihak kepolisian.

Loading...

Sementara untuk barang yang diamankan di antaranya sejumlah poster, amplop, dan bendera warna hijau. Saat ini, barang tersebut terlihat masih dilakukan pendataan.

Loading...