Pixel Code jatimnow.com

Harga Kebutuhan Pokok Meroket, Pasar Tradisional di Bojonegoro Sepi Pembeli

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Misbahul Munir
Pedagang di pasar tradisional Kota Bojonegoro sepi pembeli. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Pedagang di pasar tradisional Kota Bojonegoro sepi pembeli. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

Bojonegoro - Harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok di Kabupaten Bojonegoro mengalamai kenaikan. Misalnya harga cabai rawit merah kian melambung tembus di harga Rp100 ribu, sedangkan harga telur mencapai Rp29 ribu, dan bawang merah Rp40 ribu. Kenaikan harga itu terjadi lantaran kurangnya pasokan juga gagal panen yang dialami petani.

Pedagang di Pasar Tradisional Kota Bojonegoro, Sumirah menyebut kenaikan terjadi sejak sepekan terakhir harga cabai terus mengalami kenaikan. Untuk cabai rawit merah awalnya Rp55 ribu saat ini harga jualnya jual Rp100 ribu per kilogram, cabai hijau biasa Rp40 sekarang Rp65 ribu per kilogram, cabai merah keriting juga ikut naik awalnya Rp35 ribu sekarang Rp60 ribu per kilogram, cabai merah besar dari awalnya Rp30 ribu saat ini juga ikut naik Rp40 ribu per kilogram.

"Rata-rata harga cabai semua naik, kenaikan mulai Rp10 ribu sampai Rp35 ribu, dalam satu minggu ini," katanya Kamis (9/6/2022).

Tak hanya cabai rawit, harga telur dan bawang merah juga mengalami kenaikan. Untuk harga telur yang sebelumnya Rp23 ribu saat ini dijual Rp29 ribu per kilogram. Sedangkan untuk bawang merah ukuran besar awalnya Rp30 ribu sekarang di jual Rp40 ribu per kilogram, dan bawang merah ukuran kecil awalnya Rp18 ribu sekarang Rp30 ribu.

"Kalau untuk bawang merah memang sebelumnya sudah naik, sedangkan untuk telur baru-baru ini naik karena pasokan dari peternak mengalami penurunan," ungkapnya.

Baca juga:
Harga Cabai Mahal, Produsen Sambal Pecel di Kediri Berhenti Produksi

Hal serupa juga disampaikan oleh Nur, yang mengaku daya beli masyarakat mengalami penurunan. Hal itu diungkapkan Nur dengan memaparkan harga dan menunjukan tumpukan barang dagangannya yang masih banyak.

"Pejualan menurun, pasar sepi, biasanya 2 hari sudah kulakan lagi, ini 3 hari masih banyak," bebernya.

Sementara itu Salah satu pembeli, Istiqomah mengatakan, tetap membeli kebutuhan bumbu-bumbu dapur ini. Meski harganya mengalami kenaikan.

Baca juga:
Langkah Pemprov Jatim Tangani Harga Cabai yang Kian Pedas

"Semua tetap dibeli karena memang kebutuhan hanya saja jumlahnya dikurangi, biar bisa berhemat," pungkas Erna.

Loading...

 

Loading...