Pixel Codejatimnow.com

Korban Investasi Bodong Madu Klanceng Geruduk Polres Kediri Kota

Editor : Sofyan Cahyono  Reporter : Yanuar Dedy
Korban investasi bodong unjuk rasa di Polres Kediri Kota.(Foto: Yanuar Dedy/Jatimnow.com)
Korban investasi bodong unjuk rasa di Polres Kediri Kota.(Foto: Yanuar Dedy/Jatimnow.com)

Kediri - Sejumlah korban investasi bodong Koperasi Madu Klanceng menggelar aksi unjuk rasa di halaman Polres Kediri Kota, Kamis (9/6/2022). Mereka mendesak polisi untuk menuntaskan penanganan kasus yang menyebakan kerugian mitra hingga Rp500 miliar.

Dalam orasinya, salah satu korban bernama Drajat meminta polisi segera bertindak. Sebab sejak dia melaporkan kasus ini setahun lalu, belum ada kejelasan dari polisi.

"Kami minta polisi untuk segera menangkap ketua koperasi yang kabur dengan membawa uang para korban," tegas Ibu Drajat.

Dugaan penipuan investasi bermodus kerja sama budidaya Madu Klanceng mulai tercium ketika pemimpin Koperasi Niaga Mandiri Sejahtera (NMS) menghilang. Kepala koperasi ternyata kabur dengan menggondol uang milik mitra yang jumlahnya hingga 80 ribu orang.

Baca juga:
Prakiraan Cuaca di Kota Kediri 17 Februari 2024: Hati-hati yang Malam Mingguan

"Total kerugian seluruh Indonesia sekitar 80 ribu anggota sekitar Rp500 miliar hingga Rp1 triliun. Sebab cabangnya ada di mana-mana, seperti di Madiun, Semarang, Madura, Bandung bahkan Kalimantan," jelasnya.

Kerugian yang diderita setiap korban berbeda. Tergantung besaran modal yang ditanamkan. Ada yang jutaan, ratusan juta, hingga miliaran rupiah. Drajat sendiri mengalami kerugian sebesar Rp2 miliar. Dia mengaku sempat panen dua kali sebelum akhirnya turut menjadi korban.

Baca juga:
Petugas Pemilu di Kediri Meninggal, Sempat Ngeluh Lemas Sebelah

"Saya memang sempat panen dua kali, tetapi untuk modal pokoknya belum kembali,” tambahnya.

Hingga setahun sejak korban melapor, kasus ini tak kunjung tertangani. Sementara hingga berita ditulis, belum ada konfirmasi dari pihak Polres Kediri Kota.