Pixel Code jatimnow.com

Geger Dugaan Perselingkuhan Oknum Anggota DPRD Surabaya Berujung Penganiayaan

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Farizal Tito
Ilustrasi penganiayaan/jatimnow.com
Ilustrasi penganiayaan/jatimnow.com

Surabaya - Wanita berinisial Dw yang mengaku sebagai istri seorang oknum anggota DPRD Surabaya berinisial MFZ, mengadu ke Mapolsek Dukuh Pakis.

Informasi yang diperoleh jatimnow.com, dalam aduannya, Dw mengaku dianiaya seorang wanita yang sedang bersama suaminya di dalam kamar apartemen kawasan elit Surabaya barat pada Rabu (8/6/2022) dinihari.

Awalnya Dw datang ke apartemen itu dengan niat menggerebek suami yang sedang bersama wanita itu. Namun saat sampai di kamar apartemen, DW mengaku mendapatkan perkataan kasar hingga dianiaya.

Aduan DW itu dibenarkan Kapolsek Dukuh Pakis Kompol Agung Widoyoko.

"Ada seorang perempuan atas nama Dw didampingi orangtuanya datang ke sini pada Rabu (8/6) sekitar pukul 01.00 WIB. Dia mengaku kalau dianiaya oleh seseorang perempuan juga yang dia kenal, tapi tidak tahu pasti nama dan alamat jelasnya," terang Agung saat dikonfirmasi jatimnow.com, Kamis (9/6/2022).

Menurut Agung, setelah melakukan pendataan, Dw menginginkan untuk dilakukan mediasi. Dan mediasi itu dijadwalkan pada Sabtu (11/6/2022).

Baca juga:
Pengakuan Korban Penganiayaan dalam Dugaan Perselingkuhan Anggota DPRD Surabaya

"Laporan itu bersifat aduan. Dw juga meminta, agar ditindaklanjuti dengan mediasi," tegas Agung.

"Setelah kita buatkan pengaduan dan kita visumkan, kenapa tidak diterbitkan LP? Karena bukti pendukung minim dan saksi juga tidak ada," tambah dia.

Terkait informasi penggerebekan yang dilakukan Dw, Agung mengaku tidak mengetahuinya. Sebab yang diadukan Dw adalah dugaan penganiayaan.

Baca juga:
Nasib Pilot dan Pramugari yang Diduga Selingkuh Menunggu Gelar Perkara Polisi

Dan memang dalam pemeriksaan secara kasat mata, Dw tampak mengalami luka goresan merah pada leher.

Loading...

"Jika dilihat secara kasat mata, hanya luka ringan sebatas goresan merah pada bagian leher. Tapi kepastiannya masih nunggu hasil visum," bebernya.

Loading...