Pixel Code jatimnow.com

Mengenal Aplikasi Floo dan Holiyay Karya Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Farizal Tito
Para Mahasiswa semester 4 saat mempresentasikan aplikasi buatannya pada kelas Advance Mobile Aplication Development (Foto-foto: Farizal Tito/jatimnow.com)
Para Mahasiswa semester 4 saat mempresentasikan aplikasi buatannya pada kelas Advance Mobile Aplication Development (Foto-foto: Farizal Tito/jatimnow.com)

Surabaya - Kelompok mahasiswa semester 4 Universitas Ciputra Surabaya mengembangkan aplikasi berbasis iOS yang berfungsi untuk mengeksplorasi dan mencatat resep masakan dan minuman dari seluruh penjuru dunia.

Aplikasi dengan nama Floo itu bisa menyimpan 5000 item lokasi eksplorasi maupun menu. Aplikasi itu dikembangkan oleh Justin Ja, Kenny Jinhiro, Kevin Sander dan Dabiv Christian, dalam projek pengembangan tenaga development IOS atas kerjasama School of Information Technology SIFT Universitas Ciputra (SIFT UC) dan Apple Developer Academy.

Justin mengatakan, aplikasi ini juga dilengkapi berbagai fitur, seperti penyimpanan resep bagi user, nama makanan, penjelasan makanan, keterangan gizi, bahan-bahan yang dibutuhkan dan langkah-langkah pembuatannya.

"Berbeda dengan aplikasi masakan lainnya yang kebanyakan menyediakan resep saja, aplikasi kami resep bisa disimpan. Meng-upload video masak pribadi juga lebih aneka ragam resep masakannya," jelas Justin, Jumat (10/6/2022).

Diakui Justin, pengembangan aplikasi baik berbasis iOS ataupun Android memiliki perbedaan script yang cukup jauh. Mulai dari tata User Interface (UI) hingga cara pengambilan data internet yang cukup berbeda.

"Di sisi lain, Android lebih muda menata UI, kalau logic atau scrip lebih muda iOS," terangnya.

Meski begitu, Justin mengatakan jika pengolahan data dari internet menjadi kesulitan karena kebanyakan menyesuaikan data. Ke depan, aplikasi yang dibuat selama tiga minggu itu, akan dikembangkan dengan menggunakan data bersifat lokal (database).

Para Mahasiswa semester 4 saat mempresentasikan aplikasi buatannya pada kelas Advance Mobile Aplication DevelopmentPara Mahasiswa semester 4 saat mempresentasikan aplikasi buatannya pada kelas Advance Mobile Aplication Development

Tim mahasiswa lain, yang beranggotakan Nur Azizah, Nathanael Abel, Probo Krishnacahya, Haning Galih membuat aplikasi Holiyay. Aplikasi untuk merencakan liburan ini dibuat karena tren perkembangan masyarakat saat ini, lebih banyak melakukan liburan.

"Aplikasi tersebut dibuat untuk memberikan rekomendasi kepada masyarakat untuk tujuan wisata di kota tertentu," terang Nathael.

Dia menambahkan, aplikasi berbasis iOS itu selain berisi rekomenasi juga berisi informasi wisata. Misalnya informasi wisata Gunung Bromo dan booking tanggal untuk liburan.

Baca juga:
Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pendeteksi Serangan Jantung Koroner

"Ke depan kita akan lengkapi dengan fitur budget dan pengembanga tempat wisata terdekat di wisata tujuan," tandasnya.

Sementara dosen pengampu mata kuliah Advance Mobile Application Development School Of Information Technology (SIFT) UC Mychael Maoeretz Engel mengatakan, para mahasiswa semester 4 diminta membuat projek aplikasi berbasis iOS. Projek ini hasil penerapan metode Challenge Base Learning.

Projek aplikasi berbasis iOS ini juga sebagai pembekalan bagi mahasiswa sebelum mengikuti rekrutmen kelas Apple Developer Academy. Apalagi, standar industri saat ini sudah mulai bergeser ke iOS.

"Kebutuhan aplikasi di iOS cukup tinggi. Tapi masih sangat kurang. Ini adalah peluang sekaligus tantangan kita untuk mempersiapkan mahasiswa yang mumpuni dibidang itu," terang Mychael.

Dalam pengerjaan projek ini, pembekalan melibatkan mentor dari Apple Developmen Academy (ADA) yang secara langsung membimbing mahasiswa dalam mengerjakan projectnya, juga memberikan kesempatan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman untuk langsung belajar pada ahlinya.

Baca juga:
Keren! Mahasiswa ITS Bikin Abon dari Limbah Kulit Pisang

"Mahasiswa di support oleh ADA bukan hanya dalam hal pengajar, namun juga dipebolehkan menggunakan device berbasih iOS dalam prosesnya," tambah Mychael.

Loading...

Dekan School of Tecnologi sekaligus Direktur ADA, Dr. Trianggoro Wiradinata menambahkan, aplikasi yang dihasilkan mahasiswa semester 4 ini melebihi ekspektasi yang diharapkan.

"Awalnya kami berharap mahasiswa mengenal dasarnya, kemudian bisa mendesain saja. Namun ternyata dengan metode Challenge Base Learning yang dipakai oleh mentor ADA, ternyata mahasiswa mampu mendevelop aplikasi dengan baik," tuturnya.

Trianggono menyebut, keterserapan lulusan SIFT di industri cukup tinggi. Hampir mencapai 70 persen lulusan bekerja di industri dengan fokus pekerjaan developmen iOS. Sisanya, para mahasiswa fokus pada pengembangan aplikasi yang dibuat sebelumnya dengan mendirikan startup. Sementara 10 persen lainnya, studi lanjut.

"Mereka (para mahasiswa) memang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan industri. Salah satu kesiapan ini melalui ADA. Di UC setiap tahun kita buka untuk 100 orang mengikuti ADA. 70 dari mahasiswa. 30 lainnya untuk umum, dibina selama 1 tahun untuk program 10 bulan," tandasnya.

Loading...