Pixel Code jatimnow.com

Lurah hingga Wali Kota Layani Warga Surabaya Secara Langsung, Catat Jadwalnya

Editor : Arina Pramudita Reporter : Ni'am Kurniawan
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Wali Kota Surabaya mewajibkan seluruh lurah, camat, hingga Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membuka pintu melakukan pelayanan langsung terhadap warga Kota Pahlawan.

Pelayanan secara langsung itu akan dibuka setiap hari Jumat, mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. Warga pun bisa langsung mendatangi kantor kelurahan, kecamatan, hingga dinas terkait pada waktu yang disediakan.

Tujuannya agar setiap permasalahan yang ada di Surabaya bisa tertangani dengan cepat di setiap sektor kerja. Seperti pengurusan adminduk atau KTP yang cukup melalui kelurahan.

"Setiap Jumat membuat ruang untuk bisa bertatap muka langsung dengan warga, dan hukumnya wajib, jadi warga kalau ingin menanyakan sesuatu, ingin berkeluh kesah dia bisa langsung bisa bertemu lurah, camat, dan kepala dinas," ucap Wali Kota Eri Cahyadi, kepada wartawan Rabu (15/6/2022) malam.

Sehingga, setiap permasalahan yang bersinggungan dengan lintas sektor tidak perlu lagi diurus warga secara langsung, cukup kelurahan yang nantinya akan berkoordinasi dengan dinas terkait.

"Contoh kalau orang kesulitan KTP, ya sudah dia cukup ke kelurahan seumpama berhubungan dengan dinas lain, umpamanya begitu, maka yang berjalan bukan warganya, yang jalan kelurahannya, karena ini kan connect dengan dinas yang ada di pemerintahan, dan tidak usah orang berputar," imbuh Eri.

Baca juga:
Jelang Idul Adha, Distribusi Ternak ke RPH Surabaya Diperketat

Dari setiap kunjungan warga, pejabat Pemkot akan dibekali sebuah aplikasi, mereka diberi target melakukan penyelesaian keluhan warga dengan kurun waktu 1x24 jam. Jika tidak bisa, maka pejabat Pemkot akan memberikan pengakuan kepada warga jika memang tidak bisa ditangani, dengan acuan aturan kontrak yang mereka tanda tangani.

"Nanti ada aplikasi di sana, jadi nanti ada dialog dan dia harus solusi, harus ada solusinya dan selesai hari itu," katanya.

Di sisi lain, tujuan dari diberlakukannya sistem tersebut, lanjut Eri, untuk membuat ruang pelayanan publik kepada masyarakat semakin terbuka lebar. Sehingga, lurah, camat hingga dinas tak bisa berkelit saat bertatap muka dengan warga Kota Surabaya.

Baca juga:
Tebus Ijazah SMA, Pemkot Surabaya Gelontorkan Rp1,7 Miliar

"Dia punya kontrak kinerja, di dalam kontrak kinerja yang dipaparkan setiap OPD, media bisa melihat kontrak kinerjanya seperti apa, disitu dibunyikan setiap ada permasalahan harus diselesaikan kalau dia tidak diselesaikan, 5 kali dia tidak menyelesaikan dia membuat surat pernyataan bahwa dia akan mengundurkan diri di tahun depannya," jelas mantan Kepala Bappeko Surabaya itu.

Loading...

Sementara, untuk hari Sabtu, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, Wali Kota Eri juga bakal melakukan hal yang sama dengan membuka pintu melakukan pelayanan langsung terhadap masyarakat di Balai Kota Surabaya, dengan ketentuan bergilir setiap setiap kecamatan.

"Insya Allah hari Sabtu setiap kecamatan akan dibagi, nanti akan bisa bertemu langsung dengan saya di Balai Kota. Jadi Sabtu mulai jam 8 sampai 12 itu warga bisa bertemu saya secara langsung bergantian," tandas Eri.

Loading...