Pixel Code jatimnow.com

1001 Patung dari Sampah Plastik Bakal Hiasi HPSN 2022 di Kota Batu

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Galih Rakasiwi
Sosialisasi 1001 manusia sampah di Aula Balai Desa Junrejo, Kota Batu (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Sosialisasi 1001 manusia sampah di Aula Balai Desa Junrejo, Kota Batu (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Kota Batu - 1001 patung dari sampah plastik bakal menghiasai sepanjang Jalan Panglima Sudirman Kota Batu, tepatnya di Balai Kota Among Tani pada Minggu (3/7/2022).

Tema 1001 manusia sampah itu diharapkan bisa menghibur masyarakat dalam menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2022. Juga agar Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bisa memecahkan rekor muri.

Kepala Bidang Pengolahan Persampahan dan Pengurangan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Verdian Budi menjelaskan, patung-patung itu berbahan baku plastik, karena sampah plastik jadi kendala utama bagi masyarakat.

"Terlebih di TPA Tlekung, sampah anorganik menjadi penyumbang tertinggi saat weekend. Kemudian saat weekday didominasi sampah organik," tutur Pepeng-sapaan Verdian Budi, Selasa (21/6/2022).

Selain itu, pihaknya berharap mampu menyadarkan masyarakat tentang penggunaan sampah plastik. Sehingga penggunaan sampah plastik di Kota Batu bisa semakin ditekan.

"Sebab berdasarkan data, saat pandemi lalu sampah yang masuk ke TPA Tlekung dalam sehari mencapai 89 ton. Kemudian setelah kondisi dilonggarkan angkanya tembus 120-130 ton saat weekend dan 110-115 ton saat weekday. Bahkan saat kondisi Kota Batu sedang dibanjiri wisatawan angkanya mencapai 158 ton per hari," papar dia.

Ribuan patung yang terbuat dari sampah plastik itu akan dibuat mandiri oleh masyarakat Kota Batu. Mulai dari perhotelan, ormas, OPD Pemkot Batu, desa-desa hingga para pelajar. Dalam hal ini pihaknya hanya menyiapkan bambu untuk tegakan patung manusia sampah dan lakban.

Masyarakat bisa melakukan pengambilan bahan patung hingga 27 Juni. Kemudian untuk pengumpulannya dilakukan pada 28-29 Juni. Sebab pada 30 Juni hingga 2 Juli bakal dilakukan pemasangan patung di Jalan Panglima Sudirman.

"Agar kegiatan ini tak hanya sekedar seremonial saja, nantinya kami akan rutin melakukan sosialisasi ke bank sampah yang ada di Kota Batu. Sehingga pemanfaatan sampah plastik bisa benar-benar dijalankan," tegas dia.

Baca juga:
Ini Kandungan dalam Air Saluran Irigasi Jabon, Jombang yang Diduga Tercemar

Dalam kegiatan itu, pihaknya juga menggandeng seniman, salah satunya Abdul Rokhim. Digandengnya seniman guna memunculkan kepedulian terhadap sampah plastik jadi karya seni rupa. Diwujudkan menjadi 1001 manusia sampah.

"Namanya memang sedikit provokatif. Ini kami lakukan guna menarik seluruh lapisan masyarakat Kota Batu untuk turut andil dalam momen tersebut," ujar dia.

Rokhim menjelaskan, konsep dari patung manusia sampah itu bentuknya masih proporsional dan standar. Daya kreativitas dibebaskan, masyarakat boleh memunculkan ide-ide sebebasnya.

"Patungnya mau dibikin gemuk, pendek, tinggi, itu terserah masyarakat," ujarnya.

Dirinya sangat optimistis, target 1001 patung manusia sampah bisa tercapai. Sehingga bukan hanya menjadi gagasan abal-abal untuk menekan penggunaan sampah di Kota Batu. Untuk mencapai target itu, pihaknya juga sudah menyiapkan 1001 lakban dan tegakan bambu.

Baca juga:
Waduh! Bunga di Taman Manula Kota Probolinggo Sering Hilang, DLH Geram

Setelah kegiatan itu selesai, agar patung itu tidak menjadi sampah lagi, maka akan dibawa ke TPA Tlekung. Di tempat itu, patung-patung tersebut akan dirombak untuk dijadikan monumen.

Loading...

"Kalau bentuk visual monumen. Apakah berbentuk piramida atau candi masih akan kami diskusikan lebih lanjut," tutur dia.

Bahkan nanti meski acara itu sudah selesai, sampah-sampah itu tidak akan kembali lagi jadi sampah. Namun akan tetap menjadi karya seni.

"Jika sudah jadi karya seni itu pasti sudah selesai. Beda lagi jika didaur ulang. Nantinya bisa kembali lagi jadi sampah. Karena itu, monumen itu akan kami buat sekuat mungkin. Meski hanya terbuat dari sampah plastik," pungkasnya.

Loading...