Mengunjungi Mbah Balok 'Tetangga' Watu Semar di Bojonegoro


Suasana di Monumen Mbah Balok/Foto-foto: Siti Ainur Rodhiyah

jatimnow.com - Tak hanya Watu Semar, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur juga memiliki destinasi wisata baru yang beraroma sejarah di alun-alun. Mbah Balok, namanya.

Kabupaten yang yang dikenal sebagai Kota Minyak ini terkenal sejak dahulu tentang kekayaan alam kayu jatinya hingga ke mancanegara.

Mbah Balok bukan lah manusia. Dia adalah sebatang kayu jati yang primitif. Balok adalah sebutan khas orang Bojonegoro bagi kayu jati.

Memiliki panjang 17 meter dan berdiameter 45 cm, kayu jati yang modelnya mirip lesung itu dipajang di pojok selatan alun-alun.

Pemkab Bojonegoro menjadikan Mbah Balok yang dipajang 7 November 2015 sebagai 'Monumen Gotong Royong Kayu Jati' yang juga sebagai cagar budaya.

Pantauan jatimnow.com, Jumat (13/7/2018), sejumlah orang tampak tiduran dan bersantai di atas Mbah Balok. Meski diberi pagar rantai, namun tetap saja diterobos.

Kayu jati jaman old itu ditemukan pertama kali pada tahun 1994 di pinggir Sungai Bengawan Solo. Menurut Kabag Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Heru Sugiharto, Mbah Balok diletakkan di pojok alun-alun sejak tahun 2015.

 



"Kekayaan alam Bojonegoro memang seperti tak pernah habis. Kabupaten ini selalu menyimpan nilai sejarahnya sendiri. Salah satunya adalah adanya Mbah balok dan termasuk juga watu Semar yang terletak di taman alun-alun kota", jelas Heru saat ditemui jatimnow.com di ruang kerjanya pada Kamis(12/7/2018).

Sebelumnya, Bupati Suyoto yang memimpin dua periode itu telah menciptakan destinasi wisata itu prasasti alami berupa batu raksasa yang dinamakan dengan Batu atau Watu Semar.

Lokasi penempatan batu yang ditaksir berbobot lebih 80 Ton itu berada di timur alun-alun, atau tepatnya berhadapan dengan Pendopo Pemkab Bojonegoro.

Hingga saat ini tak sedikit yang swafoto di batu berukuran panjang 4 meter dan lebar 4 meter serta tinggi 3 meter tersebut. Bupati Suyoto yang juga politisi PAN saat itu memboyongnya ke alun-alun dari hutan di Kecamatan Gondang dengan truk trailer.


Watu Semar/foto dok/Budi Sugiharto

Watu Semar yang asal kaki Gunung Pandan itu dijadikan sebagai prasasti yang menyimbolkan "Tekad untuk terus berkarya". Masyarakat mempercayai bentuk batu yang menyerupai tokoh wayang 'Semar'.

Konon Batu Semar memiliki hubungan spiritual dengan penguasa Gunung Pandan yang bernama Eyang Gendro Sari.

Kontributor: Siti Ainur Rodhiyah
Editor: Budi Sugiharto

Tinggalkan Komentar

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter