Pixel Code jatimnow.com

Anak Yatim Beli Motor dengan Uang Receh, Berkah The Power Of Sedekah

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Mita Kusuma
Andin berjualan tempura bisa beli motor dengan uang receh.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Andin berjualan tempura bisa beli motor dengan uang receh.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Ada fakta lain dari keberhasilan warga Desa Jonggrang membeli motor matik dengan uang hasil berjualan es dan tempura. Atjadsiah Karifha Andini dan ibunya, Partini mempunyai rahasia lain sehingga bisa membeli motor dengan uang receh tersebut.

"Rahasianya ya sedekah," ujar Partini saat ditemui di rumahnya, Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Rabu (27/6/2022).

Sedekah itu, kata dia, setiap Jumat. Ibu dan anak itu menyiapkan dana khusus untuk sedekah. Dana itu tidak sekonyong-konyong diberikan berupa tunai.

Namun, Partini membuat sebuah masakan siap saji. Yang kemudian ditata di warungnya. Siapapun boleh mengambil secara cuma-cuma.

"Kadang soto, kadang bakso. Saya rutinkan memang. Kalau memang rezekinya pas sedikit ya tetap bersedekah tetapi menunya yang biasa," kata Partini.

Selain Jumat, Partini dan Andin terkadang mengajak para anak tetangga untuk jalan-jalan. Dengan menyewa kereta mini, kemudian piknik atau melihat ke Pondok Pesantren Temboro.

Baca juga:
Ajarkan Literasi Keuangan, Pemkab Banyuwangi Salurkan Santunan Yatim Nontunai

Keinginannya sederhana, ingin mengenalkan teman-temannya Andin tentang pondok. Bagaimana hidup di pondok pesantren. Juga mampir di kolam renang yang sejalur dengan Ponpes Temboro.

Menurutnya, uang yang diterima juga tidak sepenuhnya milik dia. Ada hak orang lain didalam rezeki tersebut.

"Pokoknya kalau saya cukup untuk makan, hidup, sekolah Andin. Selebihnya saya kasih untuk sedekah, " pungkasnya.

Baca juga:
Pedagang Bendera dan Umbul-umbul Mulai Menjamur di Kota Batu

Sebelumnya, nama Atjadsiah Karifha Andini, mendadak viral di media sosial lantaran beli motor baru di salah satu dealer dengan menggunakan uang receh. Anak berusia 11 tahun itu membeli motor dari hasil menabung selama 2 tahun.

Setiap hari Andin sapaan akrabnya menyisihkan uang dari hasil berjualan tempura dan berbagai macam minuman kemasan di depan rumahnya. Total uang yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp20 juta.