Pixel Code jatimnow.com

PPDB SMP Negeri di Ponorogo Berakhir, Puluhan Sekolah Kekurangan Siswa

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Mita Kusuma
SMPN 3 Ponorogo yang kekurangan siswa (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
SMPN 3 Ponorogo yang kekurangan siswa (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP di Ponorogo berakhir. Puluhan SMP negeri kekurangan siswa.

Dari 6 SMP negeri di wilayah Kecamatan Ponorogo, satu sekolah tidak memenuhi pagu. SMPN 3 Ponorogo kekurangan 70 siswa.

"Dari semua SMP negeri di Ponorogo hanya SMPN 3 yang tidak memenuhi pagi," ujar Sekretaris Panitia PPDB Dindik Kabupaten Ponorogo, Soiran, Rabu (29/6/2022).

Kata dia, untuk sekolah di kecamatan pinggiran tidak ada yang terpenuhi pagunya. Dia mencontohkan seperti SMPN 1 Kauman, SMPN 2 Kauman, SMPN 2 Balong, SMPN 1 Jetis dan SMPN 1 Bungkal.

"Memang sudah langganan (tidak terpenuhi pagunya) kalau yang pinggiran itu (SMPN 1 Kauman, SMPN 2 Kauman, SMPN 2 Balong, SMPN 1 Jetis dan SMPN 1 Bungkal)," terangnya.

Baca juga:
Polemik PPDB Zonasi di Kota Batu, DPRD Usul Surat Domisili Tak Digunakan

Sisanya, sekolah yang ada di Kabupaten Ponorogo sebanyak 46 sekolah tidak terpenuhi pagu.

Menurutnya, Dindik Ponorogo pun mempersilakan yang tidak terpenuhi pagunya diumumkan bisa menerima secara offline.

"Bisa ke sekolah. Bisa mendaftarkan langsung. Pagu yang belum terpenuhi bisa menggunakan semua jalur. Yang belum itu zonasi," tegasnya

Baca juga:
Ternyata Ada 3 SDN di Ponorogo Terima 1 Siswa saat PPDB, Ini Penjelasannya

Untuk PPDB 2023, persentasenya adalah 10 persen prestasi raport, 20 persen prestasi lomba, 5 persen perpindahan orang tua, 50 persen zonasi, 15 persen afirmasi.