Pixel Code jatimnow.com

Terima 16.400 Dosis Vaksin PMK, Mas Dhito Percepat Vaksinasi Hewan Ternak

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Yanuar Dedy
Proses vaksinasi hewan ternak oleh DKPP Kabupaten Kediri (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Proses vaksinasi hewan ternak oleh DKPP Kabupaten Kediri (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

Kediri - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) melakukan percepatan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Pemkab telah menerima kiriman 16.400 dosis vaksin PMK.

"Sebanyak 16.400 dosis vaksin PMK telah kita terima, pelaksanaan vaksinasi sudah kita mulai dan kita harapkan sebelum lebaran Idul Adha semua telah selesai," terang Mas Dhito, Kamis (30/6/2020).

Kasus PMK di Kabupaten Kediri telah menyebar di 140 desa yang ada di 26 kecamatan.

Vaksinasi akan diprioritaskan pada desa yang minim penyebaran PMK dan masuk kategori desa hijau. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsing menyampaikan, desa yang masuk kategori hijau saat ini sebanyak 204 desa.

Populasi ternak di desa hijau itu menjadi prioritas untuk meminimalisir penyebaran dan risiko, bilamana terdapat efek samping dari vaksin. Hewan yang mendapatkan vaksin pun hewan yang benar-benar sehat.

"Sesuai dengan SOP hewan yang pernah terkena PMK tidak wajib untuk divaksin," jelas Tutik.

Untuk hewan ternak, vaksin diprioritaskan untuk sapi perah baru nantinya ke sapi bibit maupun anakan. Sedangkan untuk sapi yang dalam waktu dekat akan disembelih, tidak dilakukan vaksinasi. Sebab akan menyisakan residu yang dikhawatirkan berdampak pada orang yang mengonsumsi.

"Jadi saat ini ternak jantan terutama yang akan dikurbankan tidak jadi sasaran vaksin, termasuk ternak yang masih bunting maupun sakit tidak divaksin," ungkapnya.

Baca juga:
Buka Ruang Mahasiswa KKN, Mas Dhito Tawarkan Kampung Onggoboyo

Dalam upaya pelaksanaan percepatan vaksinasi, DKPP Kabupaten Kediri menggandeng kalangan akademisi perguruan tinggi yang memiliki jurusan kedokteran hewan. Selain itu, bantuan SDM juga datang dari perhimpunan dokter hewan Indonesia sebanyak 25 dokter hewan mandiri.

Menurut Tutik, pihaknya juga meminta bantuan pihak mahasiswa dari fakultas pertanian jurusan peternakan untuk membantu dalam recorder. Hal itu ditujukan untuk mengoptimalkan SDM yang sudah ada dalam membantu dalam penanganan vaksinasi.

"Jadi recordernya dari teman perguruan tinggi, supaya tidak mengurangi petugas yang melakukan penanganan," tambah dia.

Sementara petugas medik veteriner DKPP Kabupaten Kediri Tri Wahyuningsih yang ditemui saat melakukan vaksinasi menambahkan, vaksinasi untuk sapi perah yang tergabung dalam KUD telah dilakukan dengan total 11.000 dosis.

Baca juga:
Mas Dhito Kembangkan Nanas PK-1 Mulai Pembenihan hingga Pengembangan Kawasan

Kemudian 5.400 dosis diperuntukkan untuk sapi pedaging termasuk sapi perah di luar KUD.

"Setelah vaksinasi pertama ini, empat minggu kemudian dilakukan vaksin kedua," tandasnya.

(ADV)