Pixel Code jatimnow.com

Hadirkan Rasa Nusantara, Resto Nu Normal Ciptakan Ikonik Khas Bandeng Sidoarjo

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Zainul Fajar
Suasana di Nu Normal Sidoarjo (Foto-foto: Owner Nu Normal for jatimnow.com)
Suasana di Nu Normal Sidoarjo (Foto-foto: Owner Nu Normal for jatimnow.com)

Sidoarjo - Hadir dengan tagline Rasa Nusantara, Resto Nu Normal menciptakan ikonik khas bandeng Sidoarjo.

Mengusung konsep khas Sidoarjo, dengan bandeng pilihan sebagai tema besar dalam penyajiannya, menjadikan Nu Normal sebagai resto yang juga mengedepankan ciri khas daerah.

Resto Nu Normal hadir di Jalan KH Mukmin, Sidoarjo, pascapandemi Covid-19 melanda.

"Konsepnya khas Sidoarjo. Menu-menu yang kami develop juga sesuatu yang khas Sidoarjo," terang Owner Nu Normal, Gagah Wibowo, Kamis (30/6/2022).

Menurut Gagah, di restonya tersedia berbagai menu, meliputi asem-asem bandeng, teriyaki bandeng, nasi goreng bandeng, stik bandeng dan berbagai menu olahan ikan bandeng.

Baca juga:
Nikmati Promo Ayce di Hotel Tengah Kota Surabaya dengan Beragam Cuisine Menu

"Bandeng kan khas Sidoarjo. Ini cocok dengan tagline kami, Rasa Nusantara," sambung pengusaha muda tersebut.

Selain olahan bandeng, sejumlah menu makanan juga tersedia di restoran ini. Yang paling unik, ada rawon spageti. Perpaduan rawon sebagai makanan khas nusantara dengan spageti yang mewakili kekhasan makanan western.

Tempat ini juga cocok untuk nongkrong. Karena di lantai tiga lebih cenderung sebagai kafe dengan nuansa indoor-outdoor dengan berbagai menu kopi andalan.

Baca juga:
Duh... Bangunan Diduga Cagar Budaya di Kota Kediri Dibongkar untuk Restoran

Dirgahayu Ri 77 Bank Jatim

Suguhan live music dan berbagai event menarik juga telah disiapkan untuk memanjakan pengunjung. Resto dan kafe ini memang menyasar semua kalangan.

"Dari semua kalangan bisa. Kalangan remaja yang suka nongkrong, untuk makan bersama keluarga, meeting, instansi dan sebagainya," jelasnya.

Peristiwa

Kasus PMK di Lamongan Terus Menurun

Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Lamongan mulai melandai. Selain angka kesembuhan, sejumlah kecamatan juga mulai terbebas dari momok PMK.