Pixel Code jatimnow.com

Program Makmur, Dorong Peningkatan Kesehjateraan Petani Tebu di Kabupaten Kediri

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Yanuar Dedy
Panen tebu di Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Panen tebu di Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

Kediri - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri mendukung penuh Program Makmur, sebagai upaya peningkatan kesehjateraan petani tebu di wilayahnya.

Program ini merupakan kolaborasi Kementerian BUMN, melalui PT Petrokimia Gresik dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X yang terbukti mampu meningkatkan produksi dan pendapatan para petani tebu.

Untuk tahap awal di Kabupaten Kediri, Program Makmur telah menyentuh para petani tebu binaan PTPN X di Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih. Di sana terbukti para petani mendapat hasil panen yang meningkat dari 116,5 ton per hektare menjadi 159,7 ton per hektare.

"Kami Pemerintah Kabupaten Kediri sangat mendukung program Makmur ini terkait kesehjateraan petani," jelask Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) melalui Sekretaris Daerah Dede Sujana, dalam acara Panen dan Tanam Perdana Demplot Program Makmur, Jumat (1/7/2022).

Menurut Dede, tebu di Kabupaten Kediri merupakan komoditas utama dengan tingkat produksi yang cukup tinggi.

Berdasarkan data Tahun 2021, total lahan tebu di Kabupaten Kediri mencapai 21.624 hektare dengan produksi 261 juta ton. Dengan potensi wilayah yang tersebar di sisi selatan, seperti Ngadiluwih, Ringinrejo, Kandat, Ngancar dan Wates.

Hasil tersebut, tambah Dede, mampu menyuplai empat perusahaan tebu di sekitar Kediri dan sejumlah UMKM gula merah.

"Pemerintah Kabupaten Kediri berharap besar ini jadi pilot project yang berhasil terutama meningkatkan akses pembiayaan dan pemasaran yang akhirnya mendorong kesejahteraan petani," harap Dede.

Baca juga:
Sinau Bareng Cak Nun, Mas Dhito: Kita Ini Masih Degan

Sementara Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, dengan program ini petani akan mampu meningkatkan produktivitasnya 37 persen per hektare. Sehingga membantu meningkatkan pendapatan petani tebu dari Rp 25,8 juta per hektare menjadi Rp 46,5 juta per hektare.

"Hasil produktivitas tebu naik dari sebelumnya 116,5 ton per hektare menjadi 159,7 ton per hektare (37 persen). Ini merupakan capaian yang sangat berarti untuk membantu meningkatkan pendapatan petani tebu yang juga naik dari Rp 25,8 juta per hektare menjadi Rp46,5 juta per hektar," terang Satriyo.

Tahun ini, Petrokimia Gresik mendapatkan tugas merealisasikan Program Makmur dari Pupuk Indonesia di lahan seluas 85.000 hektare yang terbagi di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta, Jawa Timur, Bali Nusa, Sumatera dan Kalimantan. Sedangkan hingga Juni 2022, realisasinya mencapai 57.820 Ha atau 68 persen dari target dengan melibatkan 31.740 petani.

Untuk komoditas tebu, realisasi yang dicapai Petrokimia Gresik mencapai 34.894 Ha, dan menjadi komoditas terbesar. Realisasi tersebut salah satunya berhasil dicapai melalui kerjasama dengan PTPN X, seperti di Kabupaten Kediri ini.

Baca juga:
Forum Bareng Budayawan, Mas Dhito Siap Beri Diskon Pajak Bagi Pelaku Seni

Selain PTPN dan Pemkab Kediri sebagai pendamping, Program Makmur di Kabupaten Kediri juga melibatkan sejumlah stakeholder penting lainnya. Dengan demikian, Program Makmur ini menjadi kolaborasi yang saling terintegrasi dan berkelanjutan pada hulu dan hilir di bidang usaha pertanian. Sehingga juga akan membantu mendorong capaian swasembada tebu di 2024 nanti.

"Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia dan BUMN, Petrokimia akan terus mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani, khususnya di masa kebangkitan ekonomi nasional pasca pandemi seperti sekarang ini," tandasnya.

(ADV)