Pixel Code jatimnow.com

Suami Tusuk Istri dan Anak di Wagir Malang Masuk Buronan Polisi

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Rizal Adhi Pratama
Kondisi LU saat dirawat di rumah sakit.(Foto: Humas Polres Malang)
Kondisi LU saat dirawat di rumah sakit.(Foto: Humas Polres Malang)

Malang - Seorang suami tega menusuk istri dan anaknya gara-gara digugat cerai. Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Lemah Duwur, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Pelaku berinisial BFY (42). Sedangkan korban adalah LU (39) dan IFC (21).

Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat didampingi Kasat Reskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Bara'langi mengatakan, kejadian berlangsung pada Selasa (28/6/2022) sekitar pukul 15.00 WIB di rumah nenek korban yaitu SF (60). Kini, BFY sudah dijadikan tersangka dan dalam proses pengejaran.

"Kini kami tengah melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap tersangka atas perbuatan penganiayaan," kata Donny.

LU dan IFC mendapati luka tusukan di bagian perutnya. Adapun penusukan terjadi terhadap sang istri dengan luka tusukan 9 kali. Sedangkan sang anak ingin melerai, namun malah terkena tusukan sebanyak 1 kali.

Sekilas kejadiannya, tersangka BFY tiba-tiba datangi LU yang tinggal di rumah neneknya. Pelaku dan LU lantas terlibat adu mulut. Hingga akhirnya BFY (41) melakukan penusukan terhadap LU.

Baca juga:
Restoratve Juctice, Pelaku Penganiayaan di Kota Batu Dibebaskan, Ini Alasannya

"Kami mengamankan beberapa barang bukti yaitu baju daster warna kuning, baju pendek motif garis warna putih kombinasi coklat dan celana panjang berwarna biru," jelasnya.

Menurut keterangan korban kepada penyidik, kekerasan terjadi karena sang istri menggugat cerai pelaku. Sehingga terjadi perdebatan dan berujung sang suami (tersangka) melakukan perbuatan penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam jenis pisau.

Atas perbuatannya, BFY dijerat pasal 44 Ayat (2) jo Pasal Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT. Serta perbuatan penganiayaan yang menyebabkan luka berat, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat 2 KUH-Pidana.

Baca juga:
Anggota DPRD Sampang Bantah Lakukan Pemukulan Terhadap Warga

Kini kedua korban tengah dirawat di rumah sakit untuk penyembuhan dan dilakukan visum. Sedangkan tersangka menjadi buronan polisi.