Pixel Code jatimnow.com

Geger, Pemuda 23 Tahun Ditemukan Tergantung di Jembatan Wiyung Surabaya

Editor : Arina Pramudita Reporter : Farizal Tito
Proses evakuasi korban diduga bunuh diri di Jembatan Wiyung, Surabaya. (Foto: Command Center 112/jatimnow.com)
Proses evakuasi korban diduga bunuh diri di Jembatan Wiyung, Surabaya. (Foto: Command Center 112/jatimnow.com)

Surabaya - Warga Wiyung Pratama dikejutkan penemuan mayat pemuda dengan kondisi tergantung pada seutas tali di bawah jembatan depan sekolah SMPN 34 Surabaya, Minggu (3/7/2022). Dari informasi yang dihimpun, diketahui jika ia adalah Deva (23) warga Jalan Dukuh Karangan, Surabaya.

Pemuda itu terlihat pertama kali oleh Sumilah (61), warga yang hendak menggarap lahan miliknya yang tak jauh dari lokasi, pada Minggu pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, Deva sedang duduk seorang diri di atas jembatan. Tak jauh darinya ada sepeda motor Supra nopol L 3753 QV warna biru yang terparkir.

"Saya berangkat tandur di sawah sempat melihat ada anak itu duduk diatas jembatan," ujar Sumilah.

Berselang 2 jam kemudian, Sumilah yang istirahat usai bercocok tanam, melihat ke arah jembatan dan telah melihat Deva dalam posisi menggantung sekitar pukul 07.30 WIB.

"Pas saya istirahat sudah tergantung. Jadi daya teriak-teriak minta tolong," imbuhnya.

Baca juga:
Pria 75 Tahun Asal Malang Tewas Tersengat Listrik, Jenazahnya di Atas Plafon

Sementata Kanit Reskrim Polsek Wiyung Iptu Agus Tri mengatakan, pihaknya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Deva pacsadilakukan evakuasi.

"Tidak ada tanda kekerasan, murni bunuh diri," ujarnya.

Baca juga:
Pembunuh Nelayan di Kota Pasuruan Diringkus, Ternyata Tetangga Sendiri

Meki demikian, Kepolisian masih mendalami motif dari aksi bunuh diri yang dilakukan korban. Salah satunya dengan memeriksa saksi dan pihak keluarga.

Dirgahayu Ri 77 Bank Jatim

"Belum bisa memastikan, kami fokus penyelidikan dan periksa saksi-saksi dulu ya mas," pungkasnya.

Peristiwa

Kasus PMK di Lamongan Terus Menurun

Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Lamongan mulai melandai. Selain angka kesembuhan, sejumlah kecamatan juga mulai terbebas dari momok PMK.