Pixel Code jatimnow.com

Peserta Maraton yang Hilang di Gunung Arjuno Kirim Sinyal SOS dari Curah Sriti

Tim SRU yang sejak beberapa hari lalu melakukan pencarian di beberapa titik area Gunung Arjuno, kini memfokuskan bergerak ke blok Curah Sriti. (Foto: Tim SRU for jatimnow.com)
Tim SRU yang sejak beberapa hari lalu melakukan pencarian di beberapa titik area Gunung Arjuno, kini memfokuskan bergerak ke blok Curah Sriti. (Foto: Tim SRU for jatimnow.com)

Pasuruan - Teka teki posisi keberadaan Yurbianto Basri (46), peserta Maraton Summit Challenge 2022 di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang yang tersesat di Gunung Arjuno kini mulai terkuak.

Yurbianto Basri disebut mengirimkan sinyal SOS melalui pengiriman titik koordinat via aplikasi pesan WhatsApp kepada saudaranya.

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Akhmad Wahyudi yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Wahyudi menyebut bahwa titik koordinat tersebut mengarah ke blok Curah Sriti.

"Benar, penyitas mengirimkan koordinat lokasi yangbersangkutan via WA kepada saudara, sekitar pukul 12.00 WIB tadi. Diperkiran posisi sekitar Curah Sriti," jelas Akhmad Wahyudi.

Mendapat informasi itu, tim Search and Rescue Unit (SRU) yang sejak beberapa hari lalu melakukan pencarian di beberapa titik area Gunung Arjuno, kini memfokuskan bergerak ke blok Curah Sriti.

Baca juga:
Tim Ekspedisi 77 Jatim Siap Kibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Arjuno

"Saat ini SRU yang bergerak ke lokasi 1 SRU Basarnas, 1 SRU yang terdiri dari Basarnas, Mantra dan Relawan dan 1 SRU dari Tahura, diperkirakan waktu tempuh menuju lokasi sekitar 5 - 6 jam," ungkapnya.

Untuk perkembangan sampai pukul 18.54 WIB malam saat ini, Wahyudi mengatakan bahwa ketiga SRU masih belum sampai ke Curah Sriti.

Baca juga:
Geger Balita 2 Tahun di Jember Disebut Diculik Wewe Gombel, Ini yang Terjadi

"Masih belum sampai. Untuk detail kendala masih belum ada laporan atau tidak. Terlihat dari bawah, gunung tertutup kabut tebal," tandasnya.

Dirgahayu Ri 77 Bank Jatim

 

Peristiwa

Kasus PMK di Lamongan Terus Menurun

Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Lamongan mulai melandai. Selain angka kesembuhan, sejumlah kecamatan juga mulai terbebas dari momok PMK.