Pixel Code jatimnow.com

Ini Tips Olah Daging Kurban ala Pemkab Lamongan, Dijamin Aman dari PMK

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Salah satu tempat penyembelihan hewan kurban di Kecamatan Turi, Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Salah satu tempat penyembelihan hewan kurban di Kecamatan Turi, Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Zonosis atau berpindahnya virus penyakit mulut dan kaki (PMK) hewan ke manusia dipastikan tak terjadi. Meski demikian, siapa sih yang mau mengkonsumsi daging yang kurang sehat? Pemkab Lamongan berbagi tips mengolah daging hewan kurban di tengah wabah PMK.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan, Imam Mukhtar menyampikan ada tips agar daging kurban benar-benar sehat dan layak dikonsumsi.

"Tips itu berkenaan dengan cara memasak, cara menyimpan, hingga cara membuang plastik bekas wadah daging kurban," ungkapnya, Sabtu (9/7/2022).

Selain itu, kata Imam Mukhtar, meski dipastikan tak menular ke manusia, daging sapi yang terjangkit PMK punya kerawanan tersendiri utamanya pada kesehatan lingkungan.

"Yang penting bagaimana agar virus itu tidak mencemari lingkungan," ujarnya.

Untuk cara mengolah daging, agar benar-benar bersih dan layak dikonsumsi. Daging yang didapat dari hasil kurban sebaiknya dimasak kurang lebih 30 menit pada air mendidih.

Baca juga:
Polisi di Bondowoso Bagikan 600 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat

"Untuk mencegah pencemaran lingkungan sebaiknya daging kurban tidak usah dicuci, langsung dimasak selama 30 menit," paparnya.

Demikian pula, terang Imam, kalau mau disimpan, daging yang baru didapat langsung dipindahkan ke kulkas bagian chiller room selama 24 jam, kemudian baru dipindah ke freezer.

"Penyimpanan ini dapat membantu membunuh virus PMK, selain itu daging juga bisa empuk," urainya.

Baca juga:
Daging Kambing Empuk dan Bebas Prengus, Begini Cara Mengolahnya

Setelah itu, untuk cara membuang plastik bekas daging warga diimbau lebih berhati-hati dengan terlebih dahulu merendam plastik dengan cairan pemutih baju atau cuka dapur.

"Ini dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan," terang dia.