Pixel Code jatimnow.com

Dorong Capaian Vaksin Booster 50 Persen, Ini Langkah Strategis Mas Dhito

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Yanuar Dedy
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. (Foto : Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. (Foto : Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

Kediri - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana terus mendorong vaksinasi booster. Pejabat yang akrab disapa Mas Dhito itu menargetkan capaiannya 50 persen di setiap kecamatan. Ini menyusul instruksi presiden yang menetapkan vaksinasi booster sebagai syarat izin keramaian dan perjalanan. Berbagai langkah strategis pun sudah disiapkan.

“Imbauan bapak presiden beberapa hari lalu bahwa vaksinasi booster atau dosis tiga adalah syarat untuk perjalanan dan keramaian,” kata Mas Dhito dalam rapat koordinasi perkembangan Covid-19 dan vaksinasi di Kantor Pemkab Kediri, melalui rilis yang diterima redaksi, Selasa (12/7/2022).

Terkait hal ini, Mas Dhito meminta Dinas Kesehatan dan camat untuk melakukan percepatan vaksinasi. Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, keseluruhan kecamatan capaian dosis ketiga paling tinggi di Kecamatan Pagu dengan 36 persen atau 10.769 dosis.

“Jadi saya tekankan lagi ya, kecamatan yang dosis duanya sudah tujuh puluh lima persen langsung fokus ke dosis tiga. Kejar ke (capaian) lima puluh persen,” tegasnya.

Baca juga:
Sinau Bareng Cak Nun, Mas Dhito: Kita Ini Masih Degan

Untuk mencapai target yang diinginkan, Mas Dhito mengambil langkah-langkah strategis. Antara lain menggalakkan vaksinasi dor to dor, bekerja sama dengan pihak terkait seperti Polri dan BIN, serta vaksinasi di tempat-tempat fasilitas umum baik tempat wisata maupun saat Jumat Ngopi.

Adapun jumlah vaksin booster yang tersedia di Kabupaten Kediri sebanyak 15.532 dosis. Terdiri dari 10.000 Astra Zaneca dan sisanya PFizer. Mas Dhito juga akan mengajukan kembali stok vaksin ke Kementerian Kesehatan.

Baca juga:
Forum Bareng Budayawan, Mas Dhito Siap Beri Diskon Pajak Bagi Pelaku Seni

“Berapa kebutuhan yang harus kami salurkan. Nanti setelah dari situ, kami bersurat ke Kemenkes. Saya rasa satu dua minggu ini kami akan minta dosis vaksin dengan jumlah yang cukup banyak,” pungkas Mas Dhito.

(ADV)