Pixel Codejatimnow.com

Liputan Haji 2018

Biometrik di Asrama Haji Ngadat, Proses Perekaman 900 JCH Molor

Editor : Arif Ardianto  Reporter : Farizal Tito
Proses biometrik di Asrama Haji Surabaya
Proses biometrik di Asrama Haji Surabaya

jatimnow.com - Proses perekaman biometrik terhadap 900 Jemaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Surabaya Kloter 1 Situbondo dab Kloter 2 Bondowoso, mengalami kendala. Hingga Senin (16/7/2018) sore proses ini masih belum terselesaikan.

Biometrik atau sistem perekaman dokumen keimigrasian Arab Saudi yang baru pertama kali diterapkan di Indonesia ini ngadat.

Dari pantauan jatimnow.com di Asrama Haji memang telah disiapkan 26 alat rekam biometrik. Para JCH melakukan pemindaian sidik jari, telapak tangan, retina mata, dan wajah untuk mencocokkan Paspor.

Namun sistem yang terdapat di enam alat  yang berada di gedung mina mengalami kemacetan.

Faridul Ilmi Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Jawa Timur mengakuk hal itu. Ia mengatakan pihaknya sedikit mengalami kendala. Namun berkoordinasi dengan Imigrasi Arab Saudi terus dilakukan.

"Sampai pukul 15.00 WIB perekaman Biometrik di Kloter baru sampai 30 orang. Ya mengalami kendala, saya tidak faham kendalanya apa. Kami sudah mendapat kepastian dari Imigrasi Arab Saudi, kendala segera bisa diatasi," kata Farid.

Baca juga:
Manfaat Vaksinasi sebelum Ibadah Haji dan Umrah

Ia menjelaskan, biometrik ini merupakan terobosan baru untuk memudahkan JCH dalam pemeriksaan dokumen saat tiba di Bandara Makkah maupun Madinah.

"Sistem biometrik ini baru tahun ini dilakukan di sini (Indonesia). Supaya pemeriksaan di bandara Madinah atau Makkah nanti, para jamaah tidak terlalu lama menunggu proses itu. Maka dari itu pemeriksaan dilakukan di sini," ujarnya di Asrama Haji Sukolilo.

Farid mengatakan, di tahun-tahun sebelumnya para JCH biasanya harus menunggu sampai tiga jam begitu tiba di Bandara Arab Saudi karena mengikuti pemeriksaan keimigrasian.

Baca juga:
Perjuangan Tukang Pijat Tunanetra di Bangkalan Nabung 12 Tahun untuk Naik Haji

"Kasihan kalau habis terbang terus harus menunggu lama, tidak bisa segera istirahat," katanya.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Arif Ardianto