Pixel Code jatimnow.com

Ribuan Ikan Air Tawar di Kali Kucur Lamongan Mati Mendadak, Kenapa?

Editor : Sofyan Cahyono   Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Ribuan ikan air tawar di Kali Kucur Lamongan mati mendadak.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Ribuan ikan air tawar di Kali Kucur Lamongan mati mendadak.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Ribuan ikan air di aliran Sungai Kali Kucur, Desa Kucur, kecamatan/Kabupaten Lamongan, mati mendadak. Kejadian tersebut menimbulkan tanya bahkan sempat viral di medsos.

Kematian ribuan ikan itu diketahui sejak Rabu (20/7/2022) kemarin. Sebelumnya banyak dugaan penyebab kematian ditengarai pencemaran limbah hingga mengarah dampak aktifitas gardu PLN yang persis di belakang sungai.

"Setelah dilakukan penelitian, ternyata air kali mengandung potasium. Jadi kematian ikan kemungkinan dari aktivitas pencari ikan," ungkap Kadis Lingkungan Hidup Lamongan Anang Taufik, Kamis (21/7/2022).

Panjang aliran kali yang terdampak potasium diperkirakan mencapai 200 sampai 300 meter ke arah Selatan. Ikan yang mati pun beragam. Antara lain mujair, sepat dan Tokek.

Baca juga:
Penemu Mayat Ibu dan Anak di Lamongan Mengaku Pacar Korban

"Sungai ini statusnya pematusan, hulunya di Waduk Jotosanur dan hilirnya mengalir ke anak Sungai Bengawan Solo (Bengawan Jero). Untungnya tidak berdampak terlalu parah," urainya.

Anang menduga, kejadian disebabkan adanya aktivitas pencari ikan dengan metode tebar bahan potas agar ikan mabuk dan mengapung di permukaan air.

Baca juga:
Penemuan Mayat Diduga Ibu dan Anak Hebohkan Warga Lamongan, Korban Pembunuhan?

"Efeknya ikannya mabuk. Tapi ini sepertinya berlebih, jadi larinya ke pencemaran," terangnya.

Cara Menjaga Kesehatan saat Musim Bediding
Gaya Hidup

Cara Menjaga Kesehatan saat Musim Bediding

Perubahan suhu yang ekstrem akibat bediding bisa memicu beberapa masalah kesehatan, mulai tubuh terasa menggigil, asma, alergi, migrain, hingga stres pada tubuh.