Pixel Code jatimnow.com

Tuduhan Pemerkosaan Jadi Pemicu Pembunuhan Wanita dalam Jurang di Pasuruan

Editor : Arina Pramudita Reporter : Moch Rois
Polisi menggelandang pelaku pembunuhan wanita dalam jurang di Pasuruan. (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)
Polisi menggelandang pelaku pembunuhan wanita dalam jurang di Pasuruan. (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)

Pasuruan - Pasca-menangkap pelaku pembunuhan wanita dalam jurang di Pasuruan, polisi mengungkap motif tewasnya Leboh (49) di Dusun Kemamang, Desa Banjarimbo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan.

Leboh dihabisi tetangganya sendiri, Margo (43) setelah keduanya terlibat pertengkaran.

"Pelaku mengaku nekat menghabisi korban lantaran usai bertengkar di area ladang," jelas Kapolres Pasuruan, AKBP Bayu Pratama Gabunagi, Kamis (21/7/2022).

Di hadapan penyidik, pelaku menjelaskan sesaat sebelum kejadian ia berangkat mencari rumput dan bertemu korban di samping hutan pada 19 Juli pukul 07.00 WIB. Dari pertemuan itu keduanya terlibat adu mulut.

Saat itu, korban menuding pelaku akan melaporkannya ke polisi dengan tuduhan melakukan pemerkosaan. Merasa tidak melakukan apa yang disebut korban, Margo pun tersulut emosi.

Di satu sisi, pelaku yang menolak tudingan tersebut membuat korban marah dan memukulkan linggis ke punggung pelaku. Tak terima, pelaku lantas memukul balik dengan sebilah bambu hingga mengenai kepala korban.

Baca juga:
Dikira Tikus Mati, Ternyata Bau Mayat Wanita Sebatang Kara Warga Malang

Korban yang ketakutan usai mendapat pukulan, kemudian melarikan diri dengan memasuki jurang.

"Sempat terjadi kejar-kejaran hingga ke dalam jurang. Dan di dalam jurang itu pelaku menghabisi nyawa korban," ungkap Bayu.

Dari olah TKP, polisi mengamankan sebilah celurit, satu bongkahan batu yang digunakan pelaku untuk membunuh korban, linggis dan baju milik pelaku yang terdapat bercak darah.

Baca juga:
Pilihan Pembaca: Pemeras Kades, Pembunuh Wanita, Kebakaran Toko

"Pelaku kami amankan saat bersembunyi di rumah saudaranya. Pelaku berhasil diamankan 4 jam setelah kasus itu dilaporkan ke Mapolsek Lumbang," tandasnya.

Dalam perkara ini polisi menjerat tersangka dengan 2 pasal sekaligus, yakni pasal 338 KUHP yang ancaman hukuman 15 tahun dan atau Pasal 354 KUHP yang ancaman hukumannya 10 tahun.